MERAJUT KEARIFAN LOKAL UNTUK KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI SALAH SATU PROFIL PELAJAR PANCASILA

Rabu, 29 Jun 2022 | 09:23:02 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 2065


MERAJUT KEARIFAN LOKAL UNTUK KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI SALAH SATU PROFIL PELAJAR PANCASILA
   

MENUJU INDONESIA MERDEKA BELAJAR

Oleh : Ida Kholidah, S. Ag.

“Study Pemanfaatan daun jati dan tanaman lainnya di sekitar untuk membimbing peserta didik membuat ecoprint yang akan dipasarkan di kalangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta sebagai usaha membangkitkan kembali ekonomi rakyat”.

 

Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, Nadim Anwar Makarim melansir dalam GTK kemendikbud bahwa merdeka belajar artinya unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru dan muridnya punya kebebasan dalam berinovasi dan bertindak dalam proses belajar mengajar.Kebijakan Merdeka Belajar Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Sampai dengan akhir April 2021 terdapat 10 episiode Merdeka Belajar yang telah diluncurkan (ditpsd.kemdikbud.go.id). Kini dalam Kurikulum Merdeka-s.id dipaparkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana kontenakan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam proses pembelajaran guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajarandapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Selain itu juga dijelaskan di dalam kurikulum ini terdapat projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila. Dimana dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek ini tidak bertujuan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

 

Setelah menelaah tentang rumusan Kurikulum Merdeka Belajar yang digulirkan saat ini, UPTD SMPN 1 Bungursari telah menjalankan Merdeka Belajar sejak Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menetapkan beberapa sekolah model Tatanen di Bale Atikan (TdBA) dengan SK nomor: 420/ 114/ Disdik-2021 tanggal 05 April 2021 yang mengintegrasikan TdBA ke dalam kurikulum dalam penerapannya, kemudian setelah mengadakan IHT ( In House Training) TdBA yang berlangsung selama 3 hari maka dipilihlah Ecoprint sebagai Brand School TdBA UPTD SMPN 1 Bungursari setelah pakar TdBA menemukan salah seorang guru yang sudah mahir untuk ditularkan kepada guru lain serta diadakan eksplorasi ilmu ecoprint kepada para master ternama di Indonesia. Sejak saat itu, pembelajaran ecoprint menjadi materi wajib bagi peserta didik baik secara teori maupun praktek.

 

Materi ini adalah kolaburasi dari beberapa mata pelajaran diantaranya yaitu Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti/ PAI & BP ( Asma’ul husna/1 ), Ilmu Pengetahuan Alam/ IPA ( Interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya/ 1 ), Pendidikan Kewarganegaraan/ PKn ( Kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan/2 ), , Matematika ( perbandingan/ 2 ), IPS ( Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan/ 2 ), Bahasa Indonesia ( Teks prosedur/ 2), Bahasa Sunda ( Warta/ 2 ), Bahasa Inggris ( Descriptive text/ 2 ), SBK ( menerapkan ragam hias pada bahan tekstil/ 2 ) PJOK ( kebugaran jasmani/ 2 ). Serta Teknologi informasi dan komunikasi/ TIK ( Peran dan dampak teknologi informasi dan komunikasi/ 2 ).

 

Menindak lanjuti 7 tema projek profil pelajar pancasila maka UPTD SMPN 1 Bungursari menetapkan pilihan beberapa projek, salah satunya merajut tema kearifan lokal dengan mengadakan Study Pemanfaatan daun jati dan tanaman lainnya di sekitar untuk membimbing peserta didik membuat ecoprint yang akan dipasarkan di kalangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta sebagai usaha membangkitkan kembali ekonomi rakyat dalam tema kewirausahaan menuju Indonesia merdeka belajar.

 

Dikaitkan dengan projek pencapaian profil pelajar pancasila, projek diawali pada semester 1 relevan dengan kearifan lokal dan perubahan iklim global peserta didik diberikan materi tentang Tatanen di Bale Atikan dengan penerapan penanaman tanaman pilihan yang mempunyai tanin yang kuat untuk membuat ecoprint yang terintegrasi pada mata pelajaran PAI & BP, dan IPA sampai dengan perawatan pertumbuhannya yang berkesinambungan. Sasaran pada fase ini adalah peserta didik dapat mandiri, kreatif, gotong royong, cinta tanah air serta beriman dan bertakwa. Kemudian dilanjutkan pada semester 2 perawatannya oleh mata pelajaran PJOK dan praktek pembuatan kain ecoprint serta bazar karya yang terintegrasi pada mata pelajaran matematika, SBK, PJOK, PKn, Bbahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Sunda dan IPS serta TIK. Projek ini bertemakan perubahan iklim global, bangunlah jiwa dan raganya, kewirausahaan serta berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI dengan sasaran pada fase ini adalah gotong royong, mandiri, kreatif, inovatif, bernalar kritis dan cinta lingkungan serta beriman dan bertakwa.

 

Demikian sekelumit tentang salah satu projek profil pelajar pancasila yang diterapkan di UPTD SMPN 1 Bungursari selain projek lain yang sudah dirumuskan tim pengembang kurikulum. Semoga bermanfaat.

 

Wallaahu a’lam

Barakallaahu lanaa wa lakum



Rabu, 29 Jun 2022, 09:23:02 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 345 View
TUMUNGKUL MIKATINEUNG
Selasa, 28 Jun 2022, 09:23:02 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 418 View
SMPN 6 PURWAKARTA : FESTIVAL MAKANAN SEHAT, PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Selasa, 28 Jun 2022, 09:23:02 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 357 View
SDN 2 MEKARJAYA GELAR IHT IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BERBASIS TdBA

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE