SDN 2 MEKARJAYA GELAR IHT IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BERBASIS TdBA

Selasa, 28 Jun 2022 | 10:04:34 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 575


SDN 2 MEKARJAYA GELAR IHT IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BERBASIS TdBA
   

Disdik.purwakartakab.go.id – Jajaran manajemen SDN 2 Mekarjaya Kiarapedes gelar In House Training (IHT) implementasi kurikulum merdeka belajar berbasis Tatanen di Bale Atikan, Senin (27/06), di aula sekolah.

 

 

Diketahui, kegiatan ini diagendakan selama 3 hari dan bertema“Babakti ka Diri, Babakti ka Sasama, Babakti ka Alam”. Sementara, peserta yang terlibat adalah seluruh warga sekolah SDN 2 Mekarjaya berikut Komite Sekolah.

 

Kepala SDN 2 Mekarjaya, Yayan Ihyanudin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun manusia seutuhnya, dilanjutkan dengan Rencana Tindak Lanjut.

 

“Pun bertujuan untuk menambah ilmu dan wawasan walaupun Tatanen di Bale Atikan di sekolah kami sudah berjalan, mudah-mudahan nanti lebih bermakna lagi lebih meningkat lagi semangatnya, mewujudkan mansuia seutuhnya untuk siswa”.

 

"Alhamdulillah setelah mendengarkan materi, kami mengerti bagaimana pengaplikasian program TdBA," katanya.

 

Di tempat yang sama, fasilitator IHT, Nurhayati, M.Pd. dan Nurdin Cahyadi dari Self Leaening Institute (SLI) menyampaikan Konsep Dasar TdBA. Mereka menjelaskan dalam kegiatan Konsep Dasar Tatanen di Bale Atikan dan Implementasi Kurikulum Merdeka berbasis TdBA.

 

TIGA JURANG KESENJANGAN

Dikutip sedikit dari paparan salahsatu narasumber, Nurdin Cahyadi, S.Kom menjelaskan bahwa ada tiga yang menjadi latar belakang Tatanen di Bale Atikan ini lahir yang merupakan lanskap masalah yang menimbulkan tiga kesenjangan, yaitu kesenjangan ekologis (the ecologycal divide) kesenjangan sosial (the social divide) dan kesenjangan spiritual (the spiritual divide).

 

"Pertama Kesenjangan ekologi tercermin dengan timbulnya kerusakan lingkungan yang mengarah pada situasi yang sangat mengkhawatirkan. Perubahan iklim, pemanasan global, habisnya energi bahan bakar fosil, polusi, privatisasi dan kelangkaan air, berkurangnya keanekaragaman hayati, penggundulan hutan, penurunan dan rusaknya kualitas tanah produktif, dan rusaknya beberapa habitat baik secara langsung maupun tidak langsung mengancam peradaban umat manusia," jelasnya.

 

Kedua, sambung dia, adalah Kesenjangan Sosia. Yaitu, suatu keadaan dimana terjadi kesenjangan, ketimpangan atau ketidaksamaan akses untuk memanfaatkan sumber daya yang terjadi dalam suatu masyarakat.

 

"Kesenjangan sosial muncul karena penggunaan teknologi, yang tidak ramah terhadap lingkungan, teknologi yang tidak di filter serta penggunaan yang tidak tepat," ungkapnya.

 

Selanjutnya, masih dalam ulasannya, yang ketiga adalah esenjangan Spiritual. Yaitu, suatu keadaan dimana manusia kurang memahami dan mengharga seluruh potensi yang diberikan oleh Tuhan kepada dirinya sehingga tidak hadir dalam diri manusia koneksivitas diri dengan Tuhannya.

 

"Pergeseran paradigma menjadi faktor utama pemicu kondisi saat ini. Perubahan persepsi manusia yanghanya mendudukkan alam sebagai sumber daya untuk dieksploitasi, pembangunan yang hanya berorientasi pada modernitas dan industrialis, kesuksesan yanghanya dimanifestasikan sebagai kemakmuran finansial/material, serta persepsi terhadap kearifan lokal yang diposisikan sebagai suatu aturan yang mengikat, kuno,dan tabu. Seharusnya manusia mulai memandang alam sebagai sumber hidup dan penghidupan, di mana orientasi pembangunan manusia ditentukan oleh masyarakat berdasarkan potensi dan tata nilai masyarakat setempat dan aspirasi bersama. Keadaan seperti itu diyakini menciptakan kualitas hidup yang holistik, harmoni dengan diri, harmoni dengan sesama,harmoni dengan alam. Sehingga alam dijadikan sebagai sumber nilai hidup dan kehidupan manusia," begitu runutnya. (NC/WID).

 



Selasa, 28 Jun 2022, 10:04:34 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 452 View
M. RAIHAN RAIH PRESTASI DI AJANG KARATE JABAR
Senin, 27 Jun 2022, 10:04:34 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 385 View
SLI Latih Peningkatan Kapisitas Fasilitator Program TdBA
Senin, 27 Jun 2022, 10:04:34 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 450 View
Arahan Apel Pagi, Sekdisdik Bahas Pelayanan PPDB

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE