JANGAN CAMPUR TANGAN URUSAN TUHAN

Rabu, 22 Jan 2020 | 14:20:45 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 3112


JANGAN CAMPUR TANGAN URUSAN TUHAN
   

Oleh : Widdy Apriandi 

(Penulis adalah Pengopi Serius Sekaligus Redaktur Website Dinas Pendidikan Purwakarta) 

“Kita itu terlalu sering campur tangan urusan Tuhan,” seru Ustadz Jajang Saepul Malik, Rabu (23/01), dalam sesi tausyiah ba’da shalat dzuhur di Tajug Baitut Tarbiyah - kompleks kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta. Dia lanjut mencontohkan, perkara rezeki misalnya. Disebutkan dalam Al-Qur’an, kata dia, Allah SWT telah mengatur rezeki semua makhluknya. Maka, tugas manusia sesungguhnya tinggal ikhtiar saja. Sementara, urusan hasil, mari serahkan total kepada-Nya. 

Masalahnya, kita lebih sering mengkhawatirkan urusan yang sebetulnya bukan wilayah kita. Kita mengkhawatirkan bagaimana penghidupan kita ; urusan makan dan biaya-biaya lain yang merupakan bagian dari hajat hidup. Bahkan, merisaukan hari esok yang belum tentu datang. Sesuatu yang sebetulnya bukan tempatnya. Sebab, bukankah Allah penjamin segala urusan? Termasuk, hal yang bagi Allah sangat ‘remeh’, yaitu ke-duniawi-an. 

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Diantaranya, kata Ustadz Jajang, karena kita melupakan tasawuf. Ilmu ini ‘tenggelam’ diantara banyak urusan yang melingkupi keseharian kita. 

“Meski sedikit, cobalah belajar tasawuf. Karena orang yang tidak punya secuil pun ilmu tasawuf, pasti akhlaknya berantakan,” jelas Ustadz Jajang. 

Faktanya, salahsatu keutamaan yang dinilai pada diri manusia itu adalah akhlaknya. Secara kasuistis, orang yang akhlaknya baik akan mendapatkan keuntungan (advantage) yang lebih ketimbang yang tidak. Tidakkah begitu? Dan tasawuf pada prinsipnya adalah ilmu yang berkaitan dengan pembentukan karakter manusia. Lebih tepatnya ; karakter ilahiyah. Karakter manusia sebagai makhluk—yang menyerahkan segala urusannya hanya dan untuk Allag SWT semata. 

PERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALLAH SWT 

Jika kita ingin memperoleh hidup yang lebih berkualitas sekaligus diberikan segala kemudahan, maka tidak ada pendekatan lain yang jauh lebih tepat selain memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.  “Mari simpan dulu logika kita. Karena hal ini bisa lebih kita rasakan kebenarannya lewat pendekatan iman,” tegasnya lagi. 

Dalam salah satu ayat-Nya, Allah SWT berfirman ; “dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan Shalat dan sabar”. Dua pra-syaratnya, yaitu (1) shalat dan (2) sabar. ‘Obat’ untuk segala urusan. 

Jika didekati dengan logika, ayat ini mungkin bisa dinilai ‘paradoks’ sebagai sebuah solusi untuk suatu permasalahan. Namun, dengan pendekatan tawasuf yang berdasar pada iman, ayat ini adalah sebetul-betulnya jawaban. Allah SWT memerintahkan kita untuk melakukan itu. Kita tinggal melaksanakannya saja!

Masalahnya tinggal maukah kita menjalankan perintah tersebut? Ketika ada masalah, jujur saja, bukankah kita lebih sering menyegerakan meminta tolong kepada manusia? Bahkan, tidak jarang kita berharap pada si manusia itu. Sementara, Allah SWT kita simpan belakangan. Kita berharap pada-Nya saat benar-benar mentok. 

Inilah konsep yang salah. Yang tepat adalah justru ketika kita berhadapan dengan masalah dan ingin mendapatkan jawaban, segeralah perbaiki hubungan dengan-Nya. Berdo’a sambil berikhtiarlah dengan sungguh-sungguh. 

Diantara amalan yang sangat bernilai adalah shalat subuh berjamaah. Abah Zubair, ayahanda (alm) Kyai Maimun Zubair pernah didatangi jama’ah yang sedang dalam kondisi kesusahan. Hutangnya banyak, bisnisnya selalu bangkrut.  Jamaah ini meminta nasihat kepada Abah Zubair atas masalah yang sedang dihadapinya. 

Abah Zubair akhirnya memberikan nasihat. Untuk mengatasi masalahnya, beliau meminta kepada jamaahnya agar tidak putus shalat subuh berjamaah selama minimal satu tahun. 

Namun, tidak sampai setahun, Allah SWT sudah memberikan pertolongan kepada si jama’ah tersebut. Di enam bulan pertamanya, segala urusannya selesai. Hutangnya selesai. Bisnisnya bisa berjalan dengan baik. 

Ustadz Jajang menyeru, inilah janji Allah SWT! Shalat subuh dan shalat sunnah di masa tersebut jauh lebih besar nilainya dari seluruh kekayaan di dunia. Dan Allah SWT membuktikan itu lewat perjalanan jama’ah tadi. 

“Percuma punya uang berapa triliun pun. Karena, nilainya akan terkalahkan oleh mereka yang shalat subuh berjamaah dan shalat sunnah di masa tersebut. Itu janji Allah SWT. Keutamaan bagi mereka yang melaksanakannya. Jadi, bagi para jama’ah yang ingin diberikan kemudahan oleh Allah SWT jangan lupakan ini,” pesannya yang sangat menyayat hati.  

 

Purwakarta, 22 Januari 2020 

(Ditulis di Saung Kopi Tajug. Mari main ke sini. Jangan lupa jajan, ya?)



Senin, 20 Jan 2020, 14:20:45 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 895 View
Selamat, Pak Doktor!
Selasa, 24 Des 2019, 14:20:45 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 1143 View
MENJALIN KEBERSAMAAN UNTUK SEBUAH HARAPAN
Rabu, 11 Des 2019, 14:20:45 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 27829 View
PENDIDIKAN AGAMA DAN MORAL PENTING BAGI ANAK

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE