Program Tatanen di Bale Atikan TdBA berbasis Penelitian

Jumat, 11 Jun 2021 | 10:04:14 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 601


Program Tatanen di Bale Atikan TdBA berbasis Penelitian
   

Penulis adalah Enjang Sarip Hidayat (Pelatih Desain Pembelajaran TdBA dan Tim Pengembang Kurikulum SMP disdik Kab.Purwakarta)

disdik.purwakartakab.go.id -- Salah satu tujuan tatanen di bale atikan adalah menjadikan kebun sekolah sebagai laboratorium alami. Hal tersebut seiring dengan karakteristik mata pelajaran IPA bahwa alam merupakan salah satu sumber belajar. Penulis mencoba untuk menjadikan kebun sekolah sebagai tempat untuk melaksanakan penelitian bagi siswa. Salah satu contoh penelitian sederhana untuk menjawab pertanyaan bagaimana pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tinggi tanaman.

Supaya penelitian tersebut dapat terlaksana dengan lancar maka kita dapat melaksanakan perlakuan sebagai berikut, pertama kita menempatkan tanaman A ditempat yang terang terkena sinar matahari sepanjang siang dan tanaman B ditempatkan ditempat yang redup atau tidak terkena sinar matahari sepanjang siang. Dalam penelitian, kedua perlakuan tersebut merupakan variabel bebas.

Dalam penelitian ini, pertumbuhan tinggi tanaman sebagai variabel terikat. Diharapkan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tumbuhan hanya perlakuan penempatan tanaman di tempat gelap dan terang atau istilah lainnya intensitas cahaya rendah untuk kondisi gelap sedangkan intensitas cahaya tinggi untuk kondisi terang.

Supaya hanya dua keadaan gelap dan terang yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan, maka perlu ditentukan perlakuan yang tetap atau disebut variabel kontrol. Variabel kontrol dalam penelitian ini diantaranya jenis tanamannya sama, waktu atau lamanya penelitian sama, frekuensi dan volume penyiraman yang sama perharinya, ukuran awalnya sama, alat ukur panjang yang digunakan sama, jenis tanah atau media tanam sama, pupuk komposnya sama. Jika variabel kontrolnya diperlakukan sama maka hasil penelitiannya akan optimal.

Seorang guru mesti yakin bahwa penelitian sederhana yang dilakukan siswa akan berhasil. Supaya guru yakin maka guru harus menelaah SKL, silabus Kurikulum 2013, Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi dasar (KD) yang terkait dengan Program Tatanen di Bale Atikan (TdBA), membuat Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). Menentukan Materinya, Membuat perencanaan atau persiapan yang matang dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis penelitian atau inkuiri kemudian menyiapkan Lembar Kerja Siswa, dan format penilaian pengetahuan dan keterampialn beserta Rublik Penilaiannya. 

Tujuan yang diharapkan dari pembelajaran berbasis penelitian ini diharapkan siswa memiliki karakter atau sikap ilmiah (jujur, teliti, tanggung jawab, gotong royong, rasa ingin tahunya tinggi, pengetahuannya luas dan keterampilan optimal, merasakan dan mengalami bagaimana seorang ilmuwan atau peneliti menemukan teori, hukum, prinsip, postulat atau penemuannya. 

Selain itu dengan pembelajaran berbasis penelitian muncul kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, memprediksi ataupun membuat jawaban sementara (Hipotesis), merencanakan penelitian termasuk mempersiapkan variabel, alat dan bahan juga langkah langkah percobaan, melakukan penyelidikan/percobaan/penelitian, selanjutnya siswa dapat menganalisis dan mengolah data dalam bentuk tabel, grafik dan diagram, lalu siswa  dapat menyimpulkan, dan pada akhirnya dapat mengkomunikasikan atau mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. dan tentunya yang paling penting penelitiannya dapat bermanfaat baik untuk diri sendiri, sesama, bangsa dan negara, juga alam serta dapat menerapkan dalam kehidupan sehari hari. 

Tulisan singkat ini sebagai salah satu contoh program Tatanen di Bale Atikan berbasis penelitian sederhana bagi siswa SD dan SMP khususnya di Kabupaten Purwakarta. Bapak ibu guru bisa mengembangkan dengan variabel bebas yang lainnya, misalnya pengaruh frekuensi penyiraman, pengaruh Media tanam, pengaruh pemberian kompos, pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC), pengaruh Ecoenzim dan sebagainya terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, ataupun bisa di materi atau mata pelajaran yang lainnya. 


Harapan penulis, dengan tulisan yang sederhana ini sedikitnya dapat mengingatkan, pemicu, ataupun contoh yang bisa dilaksanakan oleh bapak ibu guru supaya program TdBA bisa berjalan dengan sukses sehingga terjadi Harmoni Seisi Bumi.



Kamis, 10 Jun 2021, 10:04:14 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 215 View
Purwanto : Kapasitas Guru Pilar Penting Kesuksesan Pendidikan
Rabu, 09 Jun 2021, 10:04:14 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 188 View
PURWANTO : URGENSI TATANEN DI BALE ATIKAN CIPTAKAN GENERASI EMAS 2045
Selasa, 08 Jun 2021, 10:04:14 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 208 View
PURWANTO : JADIKAN SEKOLAH PUSAT PERADABABAN

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE