Gocekan Purwagol : Antara Kebijakan Pendidikan dan Aksi di Lapangan Sepakbola

Rabu, 30 Sep 2020 | 15:55:23 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 208


Gocekan Purwagol : Antara Kebijakan Pendidikan dan Aksi di Lapangan Sepakbola
   

Oleh : Widdy Apriandi 

(Penulis adalah Redaktur Website Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta) 

Pada era 90-an, di dunia sepakbola, ada striker kesohor bernama Gabriel Batistuta yang bermain untuk salahsatu klub elit Serie A Liga Italia saat itu, yaitu Fiorentina. Penyerang asal negeri Argentina ini begitu garang di mulut gawang. Gol demi gol tercipta dari kaki dan kepalanya. 

Atas kehandalannya itu, fans memberikan nama julukan untuknya. Dia disebut “Bati-Gol”. Sapaan singkat untuk “Batistuta si Pencetak Gol”. Seakan-akan, “gol” adalah ‘milik’ Batistuta saja. Atau, seperti ingin mengatakan bahwa striker lain boleh saja mencetak gol, tapi tidak ada yang lebih “gol” dari “bati-gol”. 

Julukan yang disematkan kepada Batistuta pada akhirnya diadaptasi ke banyak striker. Salahsatunya, Sutiono Lamso, striker Persib Bandung di era yang lebih kurang sama. Oleh fans, dia dijuluki “Suti-Gol”. Cermin apresiasi terhadap gol-gol yang ditorehkan Sutiono selama karirnya di klub berjuluk “Maung Bandung” itu. 

PURWAGOL : ‘GOCEKAN’ KEBIJAKAN DAN AKSI DI LAPANGAN SEPAKBOLA

Nah, sementara, di klub Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta dan Maung Cilodong FC (klub ‘all star’ Pemda Purwakarta), ada “Purwa-gol”. Yaitu, striker yang tidak lain adalah Kepala Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta, H. Purwanto. Bermain di posisi depan, beliau biasa berlari menyisir dari arah kanan. 

Sejauh yang saya pantau langsung di lapangan, purwa-gol memang belum menorehkan gol. Peluang sesekali ada. Hanya, belum bisa dikonversi menjadi gol untuk klub tercinta. 

Tapi, beda dengan aksi giringan bola di lapangan, gocekan purwagol di ‘lapangan’ kebijakan pendidikan Kabupaten Purwakarta—hemat saya—perlu diberikan kredit sekaligus apresiasi. Sekurang-kurangnya, ada tiga (3) kebijakan yang belakangan mendapatkan spot light dari publik. Yaitu, (1) program Tatanen di Bale Atikan yang membangkitkan kesadaran ekologi siswa, (2) pelajaran kitab kuning untuk para siswa di tingkat SD dan SMP yang membentuk aspek spiritual siswa dan (3) perhatian terhadap anak jalanan dan putus sekolah yang menegaskan komitmen bahwa setiap anak Indonesia berhak atas pendidikan yang layak. 

Kebijakan-kebijakan tersebut nanti akan saya ulas satu per satu. Terlalu panjang jika dituntaskan pada artikel ini. Pun, kalau bukan artikel, bisa saja lewat platform pod-cast misalnya—yang jauh lebih ‘hidup’ dan tinggal didengarkan saja. 

Yang jelas, sebagai ‘penonton’, baik di ‘lapangan’ kebijakan pendidikan maupun di lapangan sepakbola sesungguhnya, saya berharap purwagol sama produktifnya. 

Sungguh, saya penasaran bagaimana gaya selebrasi purwagol ketika tuntas mencetak gol? Apakah akan salto seperti Sadio Mane (pemain liverpool ; Red)? Atau, berputar di udara layaknya Cristiano Ronaldo?! 


Purwakarta, 30 September 2020



Selasa, 29 Sep 2020, 15:55:23 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 182 View
IKAT SILATURAHMI, FORUM GURU PAI GELAR KAJIAN KITAB
Kamis, 24 Sep 2020, 15:55:23 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 185 View
KADISDIK APRESIASI PELATIHAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM
Kamis, 24 Sep 2020, 15:55:23 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 179 View
SEKOLAH EKOLOGI PANEN RAYA KANGKUNG

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE