Pelajar Purwakarta Tuntas Kelola Sampah Masuk Muatan Kurikulum
Merdeka Belajar Selamat Hari Peduli Sampah Nasional

Selasa, 21 Feb 2023 | 11:23:27 WIB - Oleh Nurdin | Dibaca 1389


Pelajar Purwakarta Tuntas Kelola Sampah Masuk Muatan Kurikulum
   

Disdik.purwakartakab.go.id – Peringatan Hari Sampah Nasiona (HPSN) 2023 dilaksanakan untuk menguatkan rantai nilai pengelolaan sampah dan mewujudkan pengelolaan sampah menuju emisi net zero. Dengan merujuk Tema “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Guna menjawab salah satu permasalahan global perubahan iklim yang telah lama menjadi perhatian masyarakat dunia.

Fenomena perubahan iklim berdampak pada berbagai sisi kehidupan, kesehatan, ketahanan pangan dan ekosistem serta mengancam keseimbangan ekosistem lingkungan sumber daya terkandung di dalamnya.

Pengoptimalan seluruh aspek rantai nilai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir untuk menguatkan pengelolaan sampah di sumber, mengurangi timbulan sampah ke TPA danemisi das rumah kaca yang dihasilkan.

Penerapan secara optimal sector ekonomi sirkular harus dilihat sebagai bentuk baru aktivitas perekonomian yang aman dan adil serta berkelanjutan antar aspek ekosistem (ekologi) dan aspek mendasar pemenuhan kebutuhan masyarakat. Hal ini akan terjadi jika semua unsur bersama-sama menggali potensi rantai nilai dari pengelolaan sampah secara bersamaan juga bisa berkontribusi terhadap pengurangan menuju Zero Emisi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Dr. H. Purwanto, M.Pd. mengucapkan Selamat Hari Sampah Nasional (HPSN) 2023. Ia mengatakan bahwa kebijakan di Purwakarta peserta didik sudah mengelola sampah dengan arif dan bijaksana bahkan masuk dalam muatan kurikulum dalam program Tatanen di Bale Atikan.

Pengolahan sampah non organik sekolah di Purwakarta mengolahnya menjadi Ecobrick.

Ecobrick merupakan istilah yang digunakan untuk menamai hasil pengelolaan sampah plastik yang menjadi sebuah bata. Kata ecobrick sendiri berasal dari kata “Eco” yang berarti lingkungan dan “brick” yang berarti bata yang jika digabung artinya secara umum menjadi sebuah bata yang ramah lingkungan. Disebut “bata” karena ia dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan bangunan.

 

  1. Ecobrick

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Eko-batu bata ini adalah teknologi berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.

Jika reuse dan reduce sudah sangat sulit, maka ecobrick merupakan solusi. Ecobrick mampu memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik. Ecobrick adalah cara lain untuk utilisasi sampah-sampah tersebut selain mengirimnya ke landfill (pembuangan akhir). Dengan ecobrick kita memiliki kesempatan untuk mengubah pengorbanan komunitas dan ekosistem dalam mencerna plastik.

Kita dapat mengubah plastik menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan ekosistem setempat. Karakteristik plastik yang sangat bermasalah digunakan yaitu longevity dan durability malah menjadi sesuatu yang dicari.

 

Cara pembuatan Ecobrick

Botol plastik apa pun dapat digunakan untuk membuat Eco-brick. Siapkan botol plastik, sampah non organik dan non biologi, gunting dan kayu/tongkat untuk memadatkan. Walaupun terlihat mudah, namun pada proses pembuatannya ada beberapa hal yang perlu diketahui:

 

Botol harus dalam keadaan bersih dan kering

Sampah plastik pun harus dalam keadaan bersih dan kering untuk menghindari bakteri tumbuh di dalam botol ecobrick.

 

Putar dan tekan-tekan tongkat dan pastikan bahwa isinya padat dan merata di seluruh botol. Ini membantu memastikan bahwa botol tidak memiliki rongga dan memiliki sifat padat yang mirip dengan balok beton.

 

Untuk menguji kepadatan, kita bisa menekan botol dari luar. Ecobrick yang baik adalah saat botol tidak akan kempes dan tidak mengeluarkan bunyi ketika ditekan.

 

  1. Pupuk Kompos

Pengolahan sampah organic di manfaatkan menjadi pupuk kompos. sampah organik seperti kotoran hewan maupun buah dan sayuran busuk. Kompos adalah proses yang dihasilkan pada pelapukan (dekomposisi) sisa-sisa bahan organik menjadi bagian-bagian yang terhusmuskan.

Tong komposter terbagi 2

1. Komposter Portable

2. Komposter Tanam


Mengkompos adalah solusi kita untuk tidak membuang sisa organik ke TPAS, dengan mengkompos sisa organik akan mengurai dan bermanfaat bagi tanah kita.

Alat dan bahan

1. Ember 25 liter

2. Stop kran 1/2"

3. Sok Dalam 3/4"

4. Drat penguat

5. Seal Tape

6. Lem PVC

7. Alat Bor.

 

Teknik pengisian kompos harus dilapisi/ di layer dengan tumpukan komponen

Brown (Coklat/ Kering) - Green (Hijau/Basah) 

Komponen yang Coklat yaitu yang sudah kerinh bisa berasal dari (daun2 kering, sekam bakar, sekam mentah). Sedangkan komponen yang hijau adalah sisa organik yang masih basah misalnya (sisa nasi, sisa-sisa  buah dan sayur makanan yang masih basah).

Kompos ini sudah dikatakan berhasil dipakai jika terdpat 3 ciri

1. Berwarna hitam

2. Tidak berbau

3. Teksturnya seperti tanah.

Ada pula yang tidak boleh masuk ke dalam tong komposter

1. Ikan mentah

2. jeroan mentah

3. Darah

Karena hasil komposnya akan menjadi penyakit.

Ditulis oleh : Nurdin Cahyadi (Pengelola Teknologi Informasi Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta



Senin, 20 Feb 2023, 11:23:27 WIB Oleh : 720 View
Apel Pagi, Pesan Kadisdik untuk Mahasiswa Kampus Mengajar
Senin, 20 Feb 2023, 11:23:27 WIB Oleh : Nurdin 963 View
Kwarran Pramuka BBC Gelar Latihan Gabungan
Senin, 20 Feb 2023, 11:23:27 WIB Oleh : Nurdin 1124 View
SEHATI SEJIWA MENGUBAH DUNIA, SUKA CITA HIDUP BERBANGSA

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE