PERJALANAN BERGURU PADA KEARIFAN PENCIPTA BUMI LANGIT PERMACULTURE

Senin, 19 Apr 2021 | 08:59:38 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 250


PERJALANAN BERGURU PADA KEARIFAN PENCIPTA BUMI LANGIT PERMACULTURE
   

Oleh : EUIS AWANGSIH. M.Pd (Pengawas SP-SD Korwil IV Kecamatan Jatiluhur)

disdik.purwakartakab.go.id -- Perjalanan saya  mulai tahu kata Permakultur karena adanya Program Tatanen di Balai Atikan  gagasan Bapak Kepala Dinas Kabupaten Purwakarta DR. H.Purwanto.MPd. dibantu dengan Kang Rizal. Saya Sangat tertarik sekali untuk di laksanakan di sekolah-sekolah,inklud dengan pembelajaran karakter 7 Poe Atikan Purwakarta Istimewa.

Tatatanen di Balai Atikan Pemahaman saya tahu sebatas dari mulai binih bibit sampai ke menanam integrasi dengan pembelajaran mapel lainnya. ( STEM 2016), dilanjut lagi ikut webinar tentang konsep=konsep Permakultur ( Januari 2021 ) narasumber adalah orang-orang ahli nomor satu di kabupaten Purwakarta dan pakar budaya orang-orang hebat,  mulai sedikit ada pencerahan tentang Tatatanen di Balai Atikan,Pancaniti( Lima Cara ) hasil dari webinar,Niti Harti, Niti Surti, Niti Bukti,Niti Bakti, Niti Sajati. Tapi perjalan saya masih penasaran dibenaku apa yang sebenarnya Pancaniti tersebut masih baru dan awam bagi saya merasa sangat berat untuk dilakukan bagi saya apalagi untuk anak-anak didik yang ada di sekolah bina.

Tidak sampai disitu ,pelan-pelan mencari di internet tentang konsep permakultur belajar otodidak baru satu minggu, pada tanggal 1 pebruari 2021 saya di tugaskan ikut TOT Program unggulan Dinas Pendidikan Tatanen di Balai Atikan bersama teman-teman yang hebat hebat selama tujuh hari.Sebenarnya sangat kaget waktu itu menerima telepon dan WA, dengan segera harus datang di tempat Balai Pancaniti Purwakarta. Mulai terbuka pemahaman Tatanen di Balai Atikan dengan memakai konsep Permakultur.

Mulai belajar tentang Pendekatan dengan alam,cara pembuatan kompos,enjim,nutrisi, kombuca dll istilah lainnya ,banyak ilmu dan sangat berarti buat kehidupan seumur hidup untuk bisa dikemudian hari bekal anak cucu, buyut hidup sehat berkebun mandiri. Batinku mulai tertarik dan bersyukur bisa di beri kesempatan ikut pelatihan dengan pemateri yang hebat.

Pada tanggal 28 Pebruari saya diberi kesempatan yang kedua kalinya bahwa  akan diikutsertakan berangkat ke tempat sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan di Yayasan Wakaf Bumi Langit Instutut di Bantul Yogyakarta H.Iskandar Waworuntu yang pernah di tonton di TV Swasta, bersam orang-orang terpilih di dalamnya. 

Sangat ..sangat gembira dan bersyukur kembali meneteskan air mata bisa terbayangkan akan bertemu langsung dengan orang hebat yang menekuni dunia pertanian dengan konsep permakultur melahirkan Bumi Langit Institut

Perjalanan ke Imogiri Bantul Yogyakarta menuju ke Bumi Langit pantas dengan tempatnya karena berada di gunung sangat sejuk . Tiba di Bumi Langit masih pagi dan pertama kali datang bertemu dengan bangunan warung yang asri dan bersih tempat makan dan istirahat pengunjung.

Langsung dibawa ke tempat yang lebih luas ternyata ruangan Musola tempat ibadah,matahari masuk,angin masuk,air banyaak,pohon banyaak,disitulah rombongan bertemu dengan orang hebat H.Iskandar Waworuntu. Saya beberapa kali baca istigfar… memang tidak mimpi  nyata bertemu dengan orangnya.
 

TIM PENGEMBANG
Dimulailah arahan dari Bapak Kadis pembuka untuk tujuan datang ke Bumi Langit. Diniatan untuk menggagas bagaimana pendidikan  kontekstual agar anak-anak peduli terhadap lingkungan di tahun 2017, Dinas Pendidikan konsentrasi terhadap upaya penyelamatan bumi konon menurut ajaran kita ini diturunkan  sebagai halifah sebagai pemakmur bumi, bisa memakmurkan bumi  sesuai dengan fungsi kita, Orang yang bisa menjadi halifah dan memakmurkan bumi adalah orang-orang yang mempunyai ilmu,sehingga  sekolah-sekolah,guru-guru menjadi penting untuk belajar ilmu bagaimana kita bisa  hidup berdampingan dengan alam.

Pak Kadis mempunyai cita-cita yang brilian berupaya bagaimana pendidikan di Purwakarta bisa berjalan  dengan baik sesuai cita-cita dan harapan,beliau memandang bahwa sekolah menjadi tempat penyemaian peradaban, penyemaian akan tumbuh dan subur tunas-tunas baru akan membawa keberadaban hidup di muka bumi ini ,bukan hanya adab terhadap dirinya tetapi adab terhadap lingkungannya, karena kita hidup di dunia untuk memakmurkan bumi untuk menjadi halifah,sehingga pak Kadis menggagas salah satu program unggulan “Tatanen di Balai Atikan”, untuk menumbuhkan karakter dan mengintegrasikan unsur pembelajaran yang kontekstual.Gerakan  memecahkan masalah kehidupan anak-anak di sekolah ,bagaimana anak-anak bisa mempelajari tanah yang tidak subur menjadi subur, bisa memcahkan tanaman tumbuh dengan baik ,dari cacing ,ulat  belajar banyak kehidupan,dari apapun yang ada di muka bumi ini menjadi sumber belajar menjadi labolatorium.

Untuk itu TIM Pengembang bisa belajar banyak tentang Konsep Permakultur dan falsafah kehidupan untuk menyelamatkan kehidupan yang akan datang mereka bisa sehat dan mereka bisa hidup dengan baik, karena  nanti TIM Pengembang akan melatih dan membimbing guru-guru juga ,anak lainnya di sekolah-sekolah.Meraka harus belajar banyak sesuai kapasitas hari ini. Memberikan pencerahan bagaimana kita  bagaimanatentang palsfah kehidupan ,bagaimana harus kita lakukan upaya menyelamatkan masa depan dunia,menyelamatkan Indonesia,menyelamatkan keluarga kita, untuk menyongsong anak-anak generasi emas.
 

Pak H.Iskandar Waworuntu

Dilanjutlah pemaparan ilmu yang begitu hebat tiada tara,dan beliau membicarakan kedatangan Kang Dedy Mulyadi , mengatakan tokoh pemerintahan begitu antusias solusi-solisi dari luar kota tidak kompensional dan bukan hanya mempunyai semangat tapi semangatnya sudah mempengaruhi membentuk momentem di dunia birokrasi  buktinya saat ini ada 70 kader sudah diajak yang keluar dari pemikiran-pemikiran kompensional yang memang nyata-nyata tidak menjadi solusi bagi bangsa kita, tidak menjawab semua solusi  bagi keberlangsungan bangsa kita.

Beliau berbicara agak kuatir kalau memang harus  menyadarkan pada oarng -orang  yang sesungguhnya belum siap ,konsep ini beliau menganggap berat yg akan mencoba merenungkan masalah besar yang luar biasa berat dan  luar biasa penting , banyak yang akan kita bicarakan sebatas 3 jam mudah-mudahan sangat bermanfaat tuturnya.

Lika-liku perjalanan H. Iskandar Waworuntu akhirnya berlabuh di Imogiri Bantul, Yogyakarta. Keputusannya untuk menekuni dunia pertanian dengan konsep permakultur melahirkan Bumi Langit Institut, sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan dari Yayasan Wakaf Bumi Langit yang didirikan pada bulan Mei 2014.

Misi permakultur beliau yang diterapkan dalam bertani adalah untuk membangun relasi yang harmonis dengan lingkungan secara seimbang dan berkelanjutan.Hati,emosi,sosial,sesuai dengan makanan yang dikonsumsinya,keimanan kita.Kerusakan alam tidak patuh sesuai aturan. Tak hanya bertani, Pak Is, sapaan akrabnya, juga setia menanamkan nilai-nilai Islami dalam proses panjang dunia pangan dan kehidupan. Olahan pangan yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan gizi dan kesehatan tetapi juga menjadi kekayaan spritual,palsafah kehidupan berguru pada bumi.Subhanalloh.
 

Menumbuh Berkah

Pasca gempa yang menguncang Yogyakarta tahun 2006, kawasan rumah dengan prinsip  kehidupan alami  yang terpadu mulai dibangun oleh Pak Is di Mangunan, desa yang terhubung dengan kawasan makam para raja di Imogiri, Yogyakarta.

Kawasan Bumi Langit Institut seluas tiga hektar terbagi menjadi beberapa bagian. Warung Bumi Langit berupa joglo, tempat untuk menikmati hasil dan olahan pertanian. Kemudian rumah tinggal berupa bangunan limasan bergaya  cere gencet  ala Bantul. Lahan pertanian organik terpadu yang terdiri dari sistem pengolahan air, biogas,  panel surya , kandang ternak, dan rumah bambu bagi tamu yang bermalam.

Segala yang masuk ke badan harus baik bagi badan dan bermanfaat. Boleh mengambil apa pun dari alam, asal sesuai haknya. Jangan berlebih. Ada hak Allah yang harus dipenuhi di sana, yakni keseimbangan. Namun jika berlebih, maka namanya, menzalimi hak Allah, mengambil lebih dari haknya.

Pangan tidak berada dalam kondisi memenuhi kebutuhan rasa yang hanya dinikmati lewat mulut dan perut. Lebih dari itu, pangan bisa menjadi sumber berkah. Titik tolak pemikiran inilah yang mendorongnya untuk mengembalikan kedaulatan pangan sebagai sesuatu yang membawa berkah; seperti kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan.
 

Menyambung kembali relasi dengan alam

Bumi Langit membangun ekosistem baru yang berdaulat. Semua tidak dirangkai untuk kelangsungan rantai makanan yang berujung pada keseimbangan lingkungan. Air yang diperoleh dari sumur sedalam 163 meter digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan dikembalikan lagi ke lingkungan.

Proses pengolahan air limbah dari rumah tangga dan peternakannya yang diolah melalui beberapa tahap sebelum dikembalikan ke lingkungan. Output- nya menghasilkan banyak manfaat, seperti udara untuk menyirami tanaman dan sirkulasi udara kolam serta pupuk.

Sistem  sel surya  dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik yang digunakan dengan bijaksana. Begitu pula pengolahan sampah. Kebiasaan untuk memilah sampah. Semua sampah organik dikumpulkan dan diolah menjadi kompos yang nantinya akan dipakai untuk menyuburkan

tanah. Limbah ternak mulai dari sapi hingga kelinci juga tak luput diolah untuk dijadikan sesuatu yang berharga. Ada yang diolah sebagai biogas atau pun sebagai pupuk.Bio gas

Kemajemukan tanaman yang juga diterapkan dalam sistem tanam. Seperti layaknya manusia, tanaman / tumbuhan pun saling membutuhkan dan saling memanfaatkan satu sama lain. Misalnya, tidak hanya menanam tumbuhan yang menghasilkan panenan untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga tanaman yang berguna untuk mempertahankan kelangsungan hidup tanaman lain, seperti dalam hal untuk terhindar dari serangan hama.

Tak heran, ada beberapa tanaman bunga warna warni, ditanam bersebelahan dengan tanaman pokok. Beliau yakin bahwa dalam tataran lebih tinggi, tanaman atau segala sesuatu yang hidup memiliki roh dan energi atau disebut sebagai  biophoton . Energi pancaran tersebut sebenarnya bisa dirasakan manusia.

Prinsip untuk menghargai dan memperlakukan alam dengan baik akan melanggengkan relasi manusia dengan alam. Ini yang disebut dengan praktik permakultur, yakni teknik yang berlandaskan kepedulian kepada bumi, masyarakat, dan masa depan (kesinambungan). Sikap inilah yang sekarang sudah mulai luntur dalam kehidupan masyarakat apalagi dalam lingkup industri pangan yang menitikberatkan pada keuntungan.

Hasil yang diperoleh dari pertanian dan peternakannya kemudian diolah secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri dan juga dijual.Produk unggulan kedaei warung Bumi Langit Kombucha,Kefir,  mentega , keju, selai, roti, tempe dan aneka olahan lainnya adalah wujud rejeki yang membawa berkah karena diproduksi dan memproduksi secara bersahabat dengan alam. Pak Is Hadirkan Warung Bumi Langit sebagai titik perjalanan pangan yang bisa menjadi pengalaman berharga bagi saya juga para tamu, tidak hanya sebagai pengenyang perut.

Selain itu, hasil bumi dari pertanian ini dijual lewat Pasar Organik yang diadakan setiap Minggu pagi. Acara ini juga menggandeng para petani lokal di lokasi sekitar untuk memasarkan hasil panen mereka. Selain itu, program penerapan praktik permakultur juga turut dihadirkan untuk publik. Para peserta diajak untuk memulai berdasarkan adab saat mengikuti program.Berkeliling di sekitar terdekat melihat dan belajar langsung konsep-konsep permakultur dibantu oleh 2 orang volunteer 
 

Islam sebagai landasan

Kami grup 3 banyak cerita dengan volunteer

Ia mendapatkan berkah bertemu dengan tambatan hatinya, Darmila yang taat beribadah, yang kini menjadi istrinya. Juga tau hampir seluruh manfaat tanaman yang ditanam beliau. Kehidupan berkeluarga menuntun Pak Is menjadi semakin mendalami dan mencintai Islam.

“Bagi saya, Islam sesuatu yang luar biasa indah karena saya diberi tuntunan untuk bisa lebih dekat dengan Allah,” ungkap Pak Is tentang pengalaman hidupnya sebagai mualaf sejak tahun 2000. Islam menjiwai tiap sisi kehidupannya, seperti praktik permakultur yang berlandaskan etika, yang dalam Islam disebut sebagai adab.

Pak Is dan Bumi Langit Institutnya telah memulai dan menginspirasi terciptanya kemandirian pangan bahkan hingga memiliki nutrisi spiritual. Cinta terhadap alam, menuntun hubungan baik pada sesama dan Sang Khalik.
 

Perjalanan Berguru pada kearifan Bumi Langit

Subhanalloh… Maha Besar Alloh ,Maha Pengasih dan Penyayang bagi umatnya.Kami melihat dan belajar secara langsung  bertani konsep permakultur merawat bumi diterapkan di Bumi Langit hasil diskusi dengan Pak Is  bahwa kita umat manusia mempunyai kewajiban menjaga dan menjungjung tinggi leluhur tradisi-tradisi kebaikan yang harus dijaga, yang saat ini semakin tergerus oleh teknologi dan industri modern,dan seharusnya menambah tradisi-tradisi yang sudah punah sehingga menjadi barokah seumur hidup.( seperti dulang, hihid, boboko )sampai sekarang masih dipakai.

Masakan yang di sajikan adalah hasil dari bertani sendiri,minuman hasil sendiri, obat-obat tradisional hasil dari kebun sendiri.Ternyata konsep permakultur itu bisa menyatukan batin dengan alam sekitar. contohnya kenapa harus buat bedengan dibenak saya karena ;1) untuk mencegah tanaman yang lain tidak berkeliaran jadi tetap di tempatnya;2) rumput yang ada di dalam bedengan gak usah di buang karena kemungkinan besar banyak hewan2 yang mencari makan dari tumbuhan tersebut dan bisa menjadi subur tumbuhan pokoknya yang di tanam;3) ada kemungkinan tumbuhan yang ada didalam bedengan itu tumbuh obat2 tan herbal; 4) tumbuhan yang tumbuh tidak di sengaja jukut dan lainnya itu ciptaan Alloh yang tidak boleh dirusak,karena seluruh tumbuhan dapat memberikan oksigen yang paling mahal dan berharga bagi kelangsungan hidup manusia.Melatih menghargai setiap kehidupan ekosistem yang ada di bumi ini.

Permakultur asli untuk melatih otak kanan otak alfha dan theta.

Permakultur menjaga dan menambah tradisi-tradisi yang sudah alamiah yang bisa dikembangkan oleh anak cucu .Kebijakan dijaga dijadikan tradisi,mengalir tapi tidak hanyut.

Permakultur proses untuk menuju ridho Alloh dalam kehidupan,untuk hidup kembali pada pitroh.Ada kesungguhan titik balik pada kehidupan yang baik.

Permakultur mengacu kepada pendekatan tradisional masa lalu akan menjadi kualitas keberkahan pada makanan.

 Tatanen di Balai Atikan (TdBA)merupakan program unggulan Dinas Pendidikan gagasan bapak Kadis dan di bantu oleh Kang Rizal persis seperti oleh-oleh dari Bumi Langit , semoga gagasan ini terlaksana di Kabupaten Purwakarta ,sesuai dengan merdeka belajar menuju Profil Pancasila anak cucu generasi emas.

“BERSIKAP ADIL DULU PADA TUBUH KITA,BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MENUJU KEBAIKAN, KEJUJURAN DAN KETERBUKAAN BERARTI UNTUK HIDUP DALAM KEHIDUPAN MENJALANKAN UNTUK HIDUP YANG BENAR SESUAI TAKARANNYA,DAN PATUH PADA ATURAN“

“ ULAH NYAPEK LAMUN LAIN CAPKEUN URANG “

Kita pun bisa membangun kembali relasi yang selaras dengan alam. Bukankah hal ini wujud cinta kita untuk kehidupan?

Semoga bermanfaat resume berguru pada alam di Bumi Langit.



Sabtu, 17 Apr 2021, 08:59:38 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 293 View
Bumi Langit Inspirasi Anak Negeri
Selasa, 13 Apr 2021, 08:59:38 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 274 View
Relevansi Tatanen di Bale Atikan melalui Kosep Permakultur
Selasa, 02 Mar 2021, 08:59:38 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 147 View
DAHSYATNYA KEKUATAN CINTA PART 3

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE