Mari Kita Merenung

Kamis, 09 Apr 2020 | 21:57:36 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 1294


Mari Kita Merenung
   

Kala kita diberi tugas untuk berdiam diri dirumah selama penanganan Covid 19, baru beberapa hari saja sudah terasa bosan yang tak terhingga, semua sangat terbatas, semua sangat menjemukan. Akhirnya keluhan demi keluhan bertebaran dimana-mana, Ig, FB, Twitter, YouTube sampai status WA. Dari anak sekolah sampai ibu rumah tangga, cuma satu inti permasalahannya. Bosan!

Mari sejenak kita renungkan, sebetulnya betapa beruntungnya kita yang hanya diberi tugas tinggal dirumah saja, apalagi jika kita memiliki penghasilan tetap. Meski kita bekerja dirumah, kita tetap memiliki gaji. Meski membosankan, setidaknya kita masih memiliki rasa aman, kebutuhan masih bisa tercukupi. Cobalah kita tengok keluar sana, para pedagang kecil, ojek online, buruh bangunan, supir angkot, pemulung dan yang lainnya,  sungguh keadaan ini sangat menyulitkan kehidupan mereka. Untuk dapat makan saja, sudah sangat beruntung bagi mereka.

Mari para siswa kita renungkan. Bukankah belajar dirumah itu impian kalian? Bukankah ketika belajar selalu ingin cepat pulang? Ini jawaban dari semuanya.
Para ibu rumah tangga kini harus ekstra mengawasi kegiatan dan belajar anaknya. Bukankah ini sesungguhnya kewajiban seorang ibu? ternyata tugas guru itu begitu berat ya.

Pernahkan kita mencoba mentafakuri,  rumah yang dianggap membosankan ternyata menjadi tempat terindah bagi Tim Medis yang kini menjadi Garda Terdepan dalam penanganan wabah Corona. Pernahkah kita membayangkan, apa yang dirasakan oleh mereka setiap saat? rasa takut, was-was menghantui setiap langkah mereka. Kala mereka harus tetap bertugas merawat pasien yang sakit, tetap harus terlihat tegar, tetap harus memberikan semangat dan tetap harus sehat demi kesembuhan orang-orang yang sakit. Sungguh tugas yang sangat berat!, apalagi jika Tim Medis harus berhadapan langsung dengan para penderita si nano meter. Mungkin yang bisa mereka lakukan adalah ikhlas menerima keadaan, berpasrah diri kepada Yang Maha Esa, mengingat virus mematikan ini begitu mudah bertransisi dari satu tubuh ke tubuh yang lain. Dan yang paling mengerikan adalah ketika mereka akhirnya menjadi suspect si nano meter, Innalilahi...Tak ada kata yang mampu terungkap dari semua hal yang mereka rasakan. Biar Allah saja yang akan membalas dengan pahala yang berlimpah.

Maka, bersyukurlah atas apa yang kita miliki sekarang. Ingatlah selalu akan firman Allah yang artinya sebagai berikut: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Dan jangan lupa sahabat yang budiman, selalu berdoa dan mari sisipkan doa agar Tim Medis selalu diberikan kekuatan, perlindungan dan kesehatan oleh Allah Subhanallah Wataala selama proses penanganan Covid 19 ini.

Dedicated for Paramedic
Upia Nuraeni



Rabu, 08 Apr 2020, 21:57:36 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 2106 View
MISTERI LUKISAN ANTIK
Selasa, 07 Apr 2020, 21:57:36 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 1565 View
Mari Berkebun!
Minggu, 05 Apr 2020, 21:57:36 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 1362 View
Sikecil Corona

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE