Kadisdik Purwanto : Tatanen Di Bale Atikan Adalah Upaya Melengkapi Kekosongan Pendidikan

Kamis, 21 Jan 2021 | 20:03:01 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 248


Kadisdik Purwanto : Tatanen Di Bale Atikan Adalah Upaya Melengkapi Kekosongan Pendidikan
   

Disdik.purwakartakab.go.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto menyampaikan paparan pada webinar seputar kebijakan “Tatanen di Bale Atikan”, Kamis (21/01), yang ditayangkan melalui platform channel youtube Linuhung TV. 

Dia menuturkan, kebijakan “Tatanen di Bale Atikan” tidak lepas dari kontribusi mantan Bupati Purwakarta yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, H. Dedi Mulyadi. Awalnya, sambung dia, konsepsi dasar kebijakan “tatanen di bale” diulas ketika pelaksanaan program penanaman padi Zinc IR di sejumlah sekolah di Kabupaten Purwakarta. 

“Saat itu, cikal bakal kebijakan “Tatanen di Bale Atikan” sudah mulai dibahas. Termasuk, penamaan “Tatanen di Bale Atikan” juga adalah masukan dari beliau. Sehingga, pada akhirnya bisa dikatakan bahwa kebijakan ini tidak lepas dari kontiribusi Kang Dedi Mulyadi. Apresiasi dari kami untuk beliau,” katanya. 

Lebih lanjut, Kadisdik Purwanto menegaskan bahwa kebijakan “Tatanen di Bale Atikan” yang baru saja diluncurkan belum lama ini bukan sekedar urusan tanam-menanam (pepelakan-sunda : red) semata. Lebih dari itu, kebijakan ini adalah upaya untuk membentuk karakter siswa, lebih khusus terkait kesadaran terhadap lingkungan. 

“Perlu ditegaskan bahwa kebijakan “tatanen di bale atikan” bukan hanya sekadar urusan tanam-menanam saja, melainkan adalah upaya membentuk karakter siswa agar lebih tanggap terhadap lingkungan. Peka dan peduli terhadap tanah, air, udara dan matahari yang merupakan unsur esensial (mendasar : red) di sekitarnya,” jelasnya. 

MELENGKAPI KEKOSONGAN PENDIDIKAN 

Masih menurut Kadisdik Purwanto, kebijakan “Tatanen di Bale Atikan” di waktu yang sama adalah ikhtiar melengkapi kekosongan yang selama ini terjadi di dalam praktek pendidikan Indonesia saat ini. Ia menyebut nama salahsatu tokoh pendidikan ternama di Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara. 

“Ki Hajar mengajari konsep pendidikan yang realistis. Yaitu, bahwa alam sekitar dan sekelilingnya adalah sumber pembelajaran. Sehingga, apapun yang ada di lingkungan kita sejatinya merupakan bahan pembelajaran yang bisa saja dikembangkan ke dalam kurikulum,” tegasnya. 

Atas dasar itu, ia berharap lewat kebijakan “Tatanen Di Bale Atikan”, para siswa bisa mendapatkan khazanah pengetahuan yang lebih sebagaimana diharapkan Ki Hajar Dewantara. 

“Tanah, air, udara dan matahari idealnya harus bisa menjadi sumber pelajaran. Dengan begitu, para siswa akan menjadi lebih dekat dengan lingkungan. Selanjutnya diekspresikan dengan sikap sayang dan mau menjaga lingkungan,” demikian pesannya.

Diketahui webinar “Kebijakan Tatanen di Bale Atikan” diisi oleh sejumlah narasumber. Selain Kadisdik Purwanto, hadir pula H. Dedi Mulyadi, Trie Utami (budayawan) dan Moch. Irvan Efrizal (Ekolog) sebagai narasumber yang membagikan perspektif masing-masing seputar isu pendidikan dan lingkungan. (NC/Red)



Rabu, 20 Jan 2021, 20:03:01 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 370 View
BUPATI PURWAKARTA RESMI LUNCURKAN PROGRAM TATANEN DI BALE ATIKAN
Rabu, 20 Jan 2021, 20:03:01 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 469 View
Tatanen di Bale Atikan: Allah Menciptakan Segala Sesuatu Baik Adanya
Senin, 18 Jan 2021, 20:03:01 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 353 View
Purwanto : Tatanen di Bale Atikan Bukan Program Bertani

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE