Bad Feeling Create Bad Action

Rabu, 27 Mar 2019 | 10:09:24 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 4999


Bad Feeling Create Bad Action
   

Disdik.purwakartakab.go.id -- Pendidikan yang sedang kita upayakan , merupakan proses yang luar biasa penting demi mencapai tujuan kita yaitu menciptakan individu yang beriman bertaqwa cerdas terampil mandiri berakhlakul karimah.

Merupakan suatu keharusan bagi para pendidik , memiliki kesiapan mental dan emosional manakala sedang menghadapi peserta didik, mengingat salah satu unsur penting yang bisa menunjang keberhasilan suatu proses adalah pengendalian diri yang didalamnya termasuk stabilitas emosi pendidik itu sendiri . Tidak bisa dipungkiri pengendalian diri kadang dirasa sulit ketika situasi dan lingkungan tidak nyaman

Kalau melihat maraknya permasalahan permasalahan di sekitar kita, kita selaku prlaku pendidikan merasa prihatin dan miris mengapa hal tersebut terjadi.indikasinya mengarah pada apa yang telah kita lakukan selama proses memberikan layanan dan bimbingan selama proses pembelajaran.

Ketika mengawali hari apakah dengan penuh semangat dan senyuman yang kita hadirkan pada anak didik kita, atau dengan muka lesu dan tidak bergairah yqng kita perlihatkan kepada mereka.

Dengan suasana yang tidak kondusif dan tidak nyaman , hormon yang mempengaruhi mood kita saat itu adalah" Hormon Kortisol ", yang mana hormon ini berpengaruh tidak baik pada keberlangsungan proses pembelajaran, hormon hormon kortisol ini penyebab  munculnya perasaan "sebel"  yang kita rasakan.

Tentunya hal ini mempengaruhi kondisi dan atmosfir belajar anak didik kita. Dengan bawaan hati "sebel" maka interaksi belajar bukanlah interaksi yang menyenangkan, tapi mengarah ke membosankan dan tidak semangat serta rasa jenuh yang terjadi, hal ini akan sangat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran yang disampaikan untuk mengolah pikiran rasa dan pengetahuan peserta didik kita, mengasah karakter yang baik, serta melatih keterampilan dan kemampuan menunjukkan tindakan yang terampil dalam suatu bidang, yang ketiganya tak bisa dipisahkan, atau hanya menganggap salah satu asfek saja yang penting, tapi terintegrasi dan sinergi sehingga tercipta kompetensi yang diharapkan serta muncul dan terpupuk karakter karakter baik yang diharapkan.

di tulis oleh : Neng Yoyoh Komariah (Guru SMP Negeri 1 Tegal waru)



Rabu, 27 Mar 2019, 10:09:24 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 2092 View
THE MOST POPULAR HANDICRAFT IN PURWAKARTA – IT IS EXIST OR EXTINCT ?
Rabu, 27 Mar 2019, 10:09:24 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 19709 View
Metode Guessing Game dalam Pembelajaran Descriptive Text Meningkatkan Kemampuan berbicara Siswa
Rabu, 27 Mar 2019, 10:09:24 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 3701 View
Mengumumkan dengan Bahasa Inggris Memang Asyik

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE