Mengenal Eco Enzyme ; Cairan Ajaib Pengurai Limbah

Selasa, 26 Jan 2021 | 10:04:29 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 782


Mengenal Eco Enzyme ; Cairan Ajaib Pengurai Limbah
   

disdik.purwakartakab.go.id—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta belakangan memfasilitasi pelatihan ekologi yang salahsatu materinya adalah pembuatan “eco enzyme”. Peserta pelatihan tidak lain adalah para petugas kebersihan, lebih khusus yang terlibat aktif di lingkungan kantor Disdik Purwakarta. Tujuannya ; agar para peserta lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Kemudian, memiliki kemampuan teknis terkait isu lingkungan, seperti misalnya soal daur ulang sampah. 

Diantara produk daur ulang sampah yang diperkenalkan kepada para peserta adalah eco enzyme. Nah, tahukah anda apa itu eco enzyme? Lewat artikel ini, tim redaksi akan memberikan sekilas gambaran seputar eco enzyme. 

OLAHAN SAMPAH RUMAHAN 

Berdasarkan sejumlah sumber, diketahui  bahwa sejatinya eco enzyme adalah hasil fermentasi sampah rumahan. Bahan dasarnya adalah sampah-sampah organik, seperti kulit buah dan sayuran. Lantas, bahan dasar itu dipadu dengan gula dan air. Soal jenis gula apa yang digunakan bisa opsional ; boleh gula putih atau gula aren. Setelah itu, selebihnya adalah air yang disarankan ter-timbang secara proporsional. Tidak asal. 

Terkait berapa komposisi yang pas untuk kuantitas sampah-gula-air, sejumlah praktisi memiliki tawaran ukuran masing-masing. Diantaranya, ada yang menyarankan formula 3 (sampah rumahan) : 1 (gula) : 10 (air). Rasionya begitu. Jadi, pastikan ter-timbang dengan baik. 

Bahan yang telah tercampur, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Tapi, ingat, jangan sampai kedap. Berikan ruang untuk udara masuk di wadah tersebut. Karena, fermentasi menghasilkan gas. Sehingga, perlu cukup rongga agar gas bisa keluar dari wadah. 

Proses fermentasi ideal berlangsung selama tiga bulan (90 hari). Karena waktu pemrosesannya cukup lama, maka pastikan wadah sudah diberi tanda tanggal. Sehingga, kita bisa tahun kapan persisnya fase awal dan akhir dari proses fermentasi eco enzyme tersebut. 

Sambil menunggu, kita bisa melakukan hal lain yang produktif. Misal, mengumpulkan sampah-sampah rumahan sejenis, di tempatkan di tempat yang layak, lalu (kembali) ditimbang untuk proses pembuatan eco enzyme selanjutnya. 

MAMPU MENGURAI LIMBAH

Jangan anggap sepele produk ini! Berdasarkan hasil penelitian, cairan eco enzyme bisa digunakan untuk menguraikan limbah. Diperkirakan, 1 liter cairan eco enzyme dapat mengurai limbah hingga 1000 liter. 

Tidak mengherankan jika cairan ini sedang gencar-gencarnya digunakan untuk proses normalisasi sungai. Diharapkan, dengan penggunaan eco enzyme yang ‘dituang’ ke sungai, lama-kelamaan kondisi sungai bisa kembali normal—dan ekosistemnya menjadi ‘sehat’ kembali. 

Bayangkan bila hal serupa juga dilakukan secara serempak dan skala luas. Ambil kata, perusahaan-perusahaan besar penghasil limbah melakukan hal yang sama. Atau, industri-industri rumahan yang juga memicu limbah bergerak dengan pola serupa. Rasa-rasanya, meski  butuh waktu panjang, kondisi lingkungan akan mampu membaik. 

Jadi, ada benarnya jika dikatakan bahwa perbaikan lingkungan dimulai dari hal-hal kecil. Bikin eco enzyme contohnya. Semua orang pastinya bisa, tanpa kecuali. Sebab, sangat mudah. Tidak butuh pemikiran rumit atau skill tertentu. 

Masalah sesungguhnya terletak pada kemauan dan konsistensi pribadi. Mau ngga melakukan hal baik ini mulai dari sekarang dan terus berkelanjutan? (Wid)



Minggu, 24 Jan 2021, 10:04:29 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 605 View
HILIWIR ANGIN PEUTING
Kamis, 21 Jan 2021, 10:04:29 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 651 View
TATANEN DI BALE ATIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN
Rabu, 20 Jan 2021, 10:04:29 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 610 View
HARMONI SEISI BUMI (Part 2)

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE