Home Visit Solusi Dalam Belajar Daring dan Luring
“HOME VISIT ” SALAH SATU SOLUSI MEMECAHKAN MASALAH DALAM BELAJAR MODA DARING / LURING SISWA DI MASA COVID-19

Kamis, 22 Okt 2020 | 20:35:58 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 2596


Home Visit Solusi Dalam Belajar Daring dan Luring
   

Oleh : Isep Suprapto ( SMPN 2 Plered Kab. Purwakarta)

disdik.purwakartakab.go.id -- Perlu dibangun  komunikasi  yang optimal  antara walikelas dengan orang tua siswa  untuk  mensukseskan  belajar  siswa  dengan moda daring ataupun luring saat  pandemi  Covid-19  seperti saat ini. Kunjungan  ke rumah  atau Home visit  merupakan salah satu alternatif membangun  komunikasi yang baik  tersebut  serta diharapkan bisa membantu  memecahkan kesulitan–kesulitan belajar siswa  moda daring  atau  luring saat pandemi  ini. Home visit bertujuan untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperlukan dalam memahami lingkungan dan siswa serta memecahkan permasalahan siswa yang mengalami kesulitan belajar saat  Belajar Dari Rumah.  Untuk  itu  mungkin  saat ini home visit  menjadi salah satu teknik pengumpulan data siswa yang dilakukan oleh  guru BP/BK atau walikelas  dengan cara mengunjungi tempat tinggal siswa tertentu yang tujuannya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat tentang permasalahan  siswa. Berkunjung ke rumah atau home visit  siswa akan diperoleh berbagai data dan keterangan tentang berbagai hal yang besar kemungkinan ada sangkut pautnya dengan permasalahan siswa  yakni meliputi : 1) Kondisi dan  fasilitas belajar  siswa  serta  masalah kesulitan  belajar  di rumah, 2) Hubungan  siswa  dengan  orang tua dan anggota keluarganya, 3) Sikap dan kebiasaan  siswa di rumah, 4) Komitmen orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam perkembangan anak-anaknya dan pengentasan masalahnya. Dengan home visit ini akan melahirkan  kedekatan  emosional antara wali kelas dan siswa sehingga terciptanya hubungan yang harmonis dan saling timbal balik, pelaksanaan home visit ini bukan hanya tertuju kepada siswa tapi juga kepada keluarga siswa karena  dengan dilakukannya home visit ini keluarga juga mendapatkan pandangan, pemahaman, arahan, motivasi, sikap dan cara yang perlu dilaksanakan oleh keluarga siswa. Pelaksanaan home visit saat  pandemi  Covid -19  saat ini memerlukan persiapan yang matang dari guru pembimbing atau  wali kelas  serta  memerlukan kerja sama yang baik dari orang tua siswa serta atas persetujuan kepala sekolah.. Ada masalah - masalah lahir  dari siswa dalam  belajar saat ini misalnya, siswa tidak bisa mengakses internet, masalah  quota mahal, siswa tidak  punya  gadget, siswa tidak  aktif  bahkan tidak  mau peduli  untuk belajar, kecenderungan  main  game on line, begadang malam, siswa tidak pernah atau mau mengirim tugas padahal  HP nya selalu Online,  dan sebagainya. Semua masalah ini harus cepat diantisipasi, diinventarisir, dikomunikasikan  serta  dicari  solusi yang  tepat serta bijak  oleh  sekolah   terutama  para walikelas dan guru BP/BK,  terdokumentasikan  berbentuk foto dan video disertai deskripsi  catatan dan laporan. Fungsi utama kegiatan home visit ialah fungsi pemahaman, artinya  memahami masalah siswa secara detil, mencari  solusi masalah yang tepat dan bijak  siswa yang barang tentu diperlukan  sinergitas sekolah, siswa dan orang tua siswa.


Home visit  saat ini  tentunya  berbeda teknis pelaksanaannya sebelum terjadinya  pandemi Covid-19, seperti kita ketahui  pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai  sangat berpengaruh terhadap langkah dan sikap para walikelas  dan guru BP/BK  dalam melaksanakan home visit, artinya tidak asal home visit. Protokol kesehatan harus dipatuhi dan dijalankan, berawal  dengan mengutamakan hal kesehatan dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari demi mencegah berbagai penyakit, termasuk infeksi virus berbahaya Covid-19 ini. Ada keharusan sebelum melakukan home visit  sebaiknya  seorang walikelas atau guru BP/BK  memperhatikan hal-hal berikut :  


1.  Mencuci  tangan 
Seperti yang sudah diketahui bersama, berbagai bakteri sampai virus seperti virus corona dapat menyebarluas dengan mudah karena terjadinya kontak fisik. Kontak fisik yang paling sederhana adalah berjabat tangan, oleh karena itu, kebersihan tangan mesti benar-benar dijaga. Mencuci tangan menggunakan sabun atau minimal membersihkan tangan dengan hand-sanitizer jadi standar untuk memastikan tangan jadi bersih. Hindari menyentuh wajah jika belum memastikan tangan sudah bersih atau belum. Area wajah seperti mata, hidung dan mulut bisa jadi pintu gerbang yang mudah ditembus oleh penyakit atau virus yang ada di tangan kita. Oleh karena itu, pastikanlah pertama tangan sudah bersih, kalaupun memang sudah bersih, usahakan untuk tidak menyentuh wajah jika sedang berada di tempat umum karena akan mudah lupa untuk menyentuh benda lainnya.


2. Menggunakan Masker
Sehat atau sakit, menggunakan masker  jadi kebiasaan baru saat ini.  Hal ini terkait dengan anjuran berbagai pihak yang menyatakan penggunaan masker bisa mencegah paparan virus berbahaya seperti Covid-19 ini. Apalagi jika kita ingin keluar dari rumah untuk melakukan aktivitas, masker jadi hal penting untuk kita gunakan.


3. Jaga Jarak
Physical distancing  adalah hal pembiasaan baru saat ini. Kita sebagai walikelas harus bisa mengatur jarak keberadaan kita dengan siswa dan orang tua saat  home visit. Hal ini mengacu kepada anjuran berbagai pihak yang menyatakan ada jarak aman untuk bersosialiasi agar tidak terpapar virus berbahaya jika orang-orang tersebut adalah pembawa virus.

Ada  satu hal yang perlu menjadi perhatian dari guru, adalah tugas mendidik. Tugas ini sangat berat, karena mendidik tidak saja menjadian siswa dari tidak bisa menjadi bisa, namun dibarengi dengan usaha untuk menjadikan seorang  siswa yang semula berperilaku tidak terpuji, berubah menjadi  siswa  dengan perilaku yang baik. Sekali lagi kunjungan ke rumah (home visit) dan silaturahmi dengan orang tua siswa saat  pandemi Covid-19  perlu dilakukan dengan memperhatikan  dan menjalankan  protokol kesehatan  dan tugas home visit ini tidak hanya dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling saja, akan tetapi untuk semua guru, terutama wali kelas atau guru kelas. Semoga  belajar  moda daring dan luring  yang saat ini berjalan  namun banyak ditemukan kendala  dan kesulitan belajar oleh siswa segera  teratasi dengan kegiatan Home Visit yang memperhatikan protokol kesehatan. * 


( Artikel ke 20  dari  berbagai sumber)



Rabu, 21 Okt 2020, 20:35:58 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 272 View
Obituari Untuk Para Guru
Rabu, 07 Okt 2020, 20:35:58 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 368 View
Menghidupkan Kembali Pendidikan Lingkungan Hidup di Purwakarta
Senin, 21 Sep 2020, 20:35:58 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 961 View
BELAJAR DARI RUMAH (BDR) / LEARNING FROM HOME (LFH), MENYENANGKAN - KAH?

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE