FILOSOFI BAMBU

Jumat, 17 Sep 2021 | 08:18:29 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 306


FILOSOFI BAMBU
   

disdik.purwakartakab.go.id -- Ada nama pohon di sekitar kita yang  mulai  dari akar, batang, daunnya  sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tak perlu dijelaskan manfaat pohon  tersebut pada  tulisan saya  sekarang ini. Pohon tersebut yakni pohon bambu, dan hebatnya  ada negara  besar  dan maju di dunia ini yang berjuluk  “negara tirai bambu” siapa negara itu? Jawabannya  China atau Tiongkok.

 Sampai saat ini ada hal aneh yang bikin penulis kurang mengerti, dimana ada  sebagian orang yang mungkin  masih “belum paham”  sampai  mengatakan  “leueweung awi” (hutan bambu) adalah sebagai tempat kurang elit bahkan sampai   berniat menghancurkan kehidupan bambu,sungguh ironis jika terjadi, harusnya  menata atau melestarikannya, bukan sebaliknya.

Berbagai  jenis bambu yang kita ketahui umumnya bisa menyejukkan taman-taman  kantor, perumahan, sekolah, rumah sakit, tempat tinggal, taman kota dan tempat lainnya. Saking unik dan pentingnya  pohon  bambu  banyak menyimpan filosofi buat kehidupan kita selaku manusia. Banyak orang  maupun suku tertentu di dunia ini menjadikan bambu sebagai filosofi hidupnya.

Seperti kita ketahui,  sangat jarang menyaksikan bambu roboh akibat serangan angin, bambu tetap kokoh berdiri, selain karena akar yang kuat, batangnya juga mampu bergoyang bersama angin.  Bambu disebut juga dengan giant grass (rumput raksasa) berumpun dan terdiri mulai dari rebung, batang muda, hingga umur dewasa yang mencapai 4-5 tahun. Bentuk batang bambu berbuku-buku atau beruas dan berdinding keras serta tiap ruasnya ditumbuhi mata tunas. Akar bambu berbentuk rimpang berbuku dan beruas. Setiap buku akan ditumbuhi serabut dan tunas yang dapat tumbuh sebagai batang. Tanaman bambu mencengkeram tanah untuk menopang batang pohon yang semakin meninggi keatas.

Pertumbuhan bambu pada tahun kelima mulai  menunjukkan pertumbuhan  yang sangat cepat dan sangat tinggi. Hari ini kita masih bisa melihatnya di sekitar kita dan mudah-mudahan generasi  setelah kita pun bisa melihatnya nanti.

Ada  lima filosofi dari bambu yang bisa  dipetik  bagi  umat  manusia yakni :

1."Pada saat kita menanam bambu, akan dimulai  dengan tumbuhnya  beberapa sentimeter saja pertahun, padahal saat itu sebenarnya bambu fokus tumbuh pada akarnya”

Pada  kehidupan kita  sebagai  manusia lebih utama menguatkan pondasi, dasar dan prinsip hidup  terlebih dahulu agar  kelaka  bisa  tegap dalam berjalan. Dasar-dasar  dan prinsif hidup  yang sedang kita sedang menyiapkan hati dan pikiran sebagai bekal untuk tetap menggapai tujuan hidu

2. “Sesudah lima tahun usianya, bambu baru menampakkan tumbuhnya ke atas dengan subur dan kuat”

Setelah pondasi hidup kita kuat, maka kita bisa berkembang serta tidak mudah tumbang.

3. “Ketika  bambu sudah tumbuh semakin tinggi, bambu akan menerima hembusan angin yang kencang, namun akarnya sudah begitu kuat menopangnya.”

Semakin  bertambah usia kita maka cobaan pun akan datang lebih berat, tapi karena kita mempunyai  dasar pondasi yang kuat maka kita akan mampu bertahan.

4.“Batang bambu tumbuh berdampingan dengan batang bambu lainnya, terjadi  rumpun bambu yang tidak mudah roboh.”

Walaupun kita mempunyai dasar pondasi serta prinsip yang kuat, kita akan lebih kuat jika mau saling membantu orang lain, kita akan lebih kuat dan bisa  saling menopang kita.

Sudah saatnya kita mencintai lagi bambu yang tumbuh subur di sekitar kita, jangan sepelekan atau anggap rendah pada pohon bambu ini, kita khawatir bambu bisa punah dikarenakan kita salah menilai dan melestarikannya. Ayo menanam bambu serta melestarikannya sekarang juga. Dukung  Himbauan Bupati Purwakarta  melaui surat edaran Bupati Purwakarta nomor  522.21/2688/BKPSDM  tentang Himbauan Penanaman Pohon Bambu serta  serta Imbauan  Kadisdik Kabupaten Purwakarta melalui Surat Edaran Nomor 622.21/2021/DISDIK tentang Himbauan Penanaman Pohon Bambu di Satuan Pendidikan  tanggal 30 Agustus 2021. 

ditulis oleh : Isep Suprapto, KS SMPN Satap Warungjeruk 



Kamis, 09 Sep 2021, 08:18:29 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 220 View
Purwakarta Melak Awi
Kamis, 09 Sep 2021, 08:18:29 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 0 View
Purwakarta Melak Awi
Jumat, 03 Sep 2021, 08:18:29 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 392 View
Moderasi Beragama sebagai Sarana Pemersatu Bangsa

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE