JUMAT PAGI DI SEKOLAH

Jumat, 10 Des 2021 | 06:48:55 WIB - Oleh Nurdin Cahyadi, S.Kom | Dibaca 2026


JUMAT PAGI DI SEKOLAH
   


Oleh : Tuti Herawati
(Pengawas PAI Kabupaten Purwakarta)

Disdik.purwakartakab.go.id -- Salah satu program pengawasan pendidikan agama Islam di sekolah dasar adalah Jumat Pagi di Sekolah atau dikenal dengan istilah JUMPA DI SEKOLAH. Program ini bertujuan untuk melihat secara dekat sejauhmana pelaksanaan kegiatan pengembangan ke-PAI-an di  sekolah dasar. Mulai dari program kegiatan, teknis pelaksanaan, sarana pendukung  hingga tantangan dan kendala yang dihadapi.


Program pengawasan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pengawas Pendidikan Agama Islam kabupaten Purwakarta dalam mendukung terlaksananya kegiatan penguatan pendidikan karakter pada aspek pengembangan  nilai dan sikap religius para peserta didik di sekolah.


Pendidikan Karakter merupakan visi dari pendidikan di kabupaten Purwakarta. Salah satu penguatan misi pendidikan karakternya dilakukan melalui penerapan  konsep pendidikan 7 (tujuh) Poe Atikan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati No. 69 Tahun 2015.  Konsep pendidikan yang dirumuskan dalam 7 (tujuh) poe atikan tersebut adalah : Senen Ajeg Nusantara, Salasa Mapag Buana, Rebo Maneuh di Sunda, Kemis Nyanding Wawangi, Jumaah Nyucikeun Diri dan Saptu Minggu Betah di Imah.  


Konsep pendidikan Purwakarta ini menjadikan Jum’at sebagai hari penguatan bagi penanaman nilai-nilai karakter religius di sekolah. Program Jumaah nyucikeun diri ini digagas pertama kali oleh Kang Dedi Mulyadi yang saat itu menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Program ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang paling utama yaitu meningkatkan  iman dan taqwa. Sebuah gagasan brillian yang merepresentasikan kecintaan kita terhadap Sang Khaliq.


Berbagai jenis kegiatan dikemas sekolah untuk mengimplementasikan program Jumaah nyucikeun diri, antara lain : zikir asmaul husna, membaca surat Yasin, shalat sunat duha, kuliah Jum’ah, bersedekah dan Jumat bersih. Bahkan di beberapa sekolah dasar sudah dilaksanakan pengembangan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam yang berorientasi pada peningkatan prestasi peserta didik. Seperti halnya pembimbingan keterampilan menulis kaligrafi, takhfiz Al Quran, tilawah Al Quran dan pendalaman kitab kuning.


Sejak pukul 06.00 pagi, seluruh guru dan peserta didik sudah hadir di sekolah. Dengan seragam koko berkopeah untuk laki-laki dan baju panjang berjilbab untuk perempuan, mereka mengawali pembelajarannya dengan zikir bersama di halaman sekolah atau musalla sekolah. Inilah yang menjadi ciri khas tampilan pelajar Purwakarta di setiap Jumat pagi. 


Di bawah koordinator guru pendidikan agama Islam, seluruh guru dan peserta didik menyatu dalam ritual khusyu melalui rangkaian zikir dan doa serta lantunan ayat-ayat suci Al Quran.

Momen spiritual inilah yang menjadi sentuhan dalam konsep Jumaah nyucikeun diri. Betapa kecilnya kita di hadapan Sang Khaliq sehingga betapa inginnya kita untuk selalu berdekatan dengan-Nya. Kesadaran semacam inilah yang kemudian diwujudkan dalam khusyunya sujud  di dua rakaat salat sunat duha.


Usai melaksanakan salat sunat duha, beragam penguatan kegiatan dalam bentuk pembiasaan karakter-karakter baik dilaksanakan guru di sekolah. Seperti : KULJUMPA (kuliah Jumat pagi), GASIBU (gerakan siswa infaq seribu), JUMSIH (Jumat bersih), TTQ (takhfiz dan tahsin Al Quran), PENDAK (pendalaman kitab kuning) dan beberapa sekolah bahkan mengagendakan WISROH (wisata rohani) yaitu berkunjung ke masjid-mesjid, pondok pesantren atau tempat-tempat bersejarah yang berada di sekitar lingkungan sekolahnya. 


Banyak hal menarik dan pelajaran yang  berharga diperoleh pengawas PAI dari perjalanan Jumat pagi di sekolah. Bukan hanya tentang bagaimana nilai religius ditanamkan di sekolah, tapi juga tentang bagaimana nilai kebersamaan dibangun oleh seluruh warga sekolah. Saling membantu satu sama lain  dan saling menguatkan nampak terlihat di beberapa kunjungan ke sekolah. 


Seperti halnya yang dilakukan seorang penjaga sekolah di SDN Cinangka Bungursari, namanya Pak Hasan. Saat pengawas PAI berkunjung, beliau sedang  membimbing rohis Jumat dan memandu peserta didik dalam membaca Al Quran. Ternyata, beliau seorang qori yang memiliki kemampuan sangat baik dalam hal tahsin dan tilawah Al Quran. Inilah yang menjadi alasan beliau menjadi salah seorang pembimbing rohis di sekolahnya.  


Demikian pula yang dilakukan salah seorang guru kelas di SDN 2 Kertamukti Campaka. Beliau selalu datang lebih pagi sebelum para siswa dan guru-guru lainnya datang, agar beliau dapat berperan serta menyiapkan tempat  dan semua perangkat kegiatan. Ketika ditanyakan alasannya, beliau menjelaskan bahwa hanya inilah  yang mampu ia lakukan untuk membantu dan mendapatkan kebaikan serta keberkahan Jumatnya.  Masya Allah, pelajaran yang sangat luar biasa !


Pendidikan karakter adalah proses transformasi nilai. Tidak cukup hanya diajarkan, namun butuh untuk diterapkan. Oleh karena itu dibutuhkan sosok-sosok tauladan yang mampu mempresentasikan langsung nilai-nilai karakter tersebut, agar anak-anak didik  tidak bertanya, siapa dan bagaimana. 


Kebiasaan-kebiasaan baik yang mereka alami di sekolah, akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menjadi guru terbaik bagi mereka. Kesan baik yang tertanam di benaknya diharapkan mampu menjadi motivasi lahirnya sikap dan perilaku yang baik pula. Untuk itu diperlukan quality control yang bukan hanya memantau keterlaksanaan kegiatannya, namun yang terpenting sejauhmana kualitas pencapaiannya.

Disiniah peran pengawas pendidikan agama Islam dibutuhkan kehadirannya.

Pengawas pendidikan agama Islam adalah bagian dari penjamin mutu pendidikan agama Islam di sekolah.

Kedudukannya memiliki peranan yang sangat strategis dalam penguatan pendidikan agama Islam di sekolah, karena dapat berkoordinasi langsung dengan dua instansi terkait yaitu kementerian agama dan dinas pendidikan. Posisi ini sangat memungkinkan pengawas PAI untuk melakukan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi terkait berbagai permasalahan yang berhubungan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan agama Islam pada sekolah. (Red). 



Rabu, 20 Okt 2021, 06:48:55 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 1420 View
ANEKDOT MANG KARTA
Jumat, 17 Sep 2021, 06:48:55 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 826 View
Rusiah Mayit Tukangeun Lomari
Jumat, 17 Sep 2021, 06:48:55 WIB Oleh : Nurdin Cahyadi, S.Kom 7481 View
FILOSOFI BAMBU

Tuliskan Komentar
INSTAGRAM TIMELINE