image

Admin

01 Mei 2026

216x Dilihat
Semangat Hardiknas 2026; Menyatu dalam Filosofi Ki Hajar Dewantara dan Tatanen di Bale Atikan
Pendidikan_Kita - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei yang disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 untuk menghormati Bapak Pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara yang lahir di tanggal 2 Mei.

Untuk tahun 2026, Hardiknas mengambil tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" 
Makna Tema Hardiknas 2026.

Dikutip dari laman www.bbpmpjabar.id, tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan pendekatan yang lebih terbuka dan terintegrasi sehingga diharapkan sistem pendidikan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang. 

Makna lainnya dari tema tersebut dikutip dari www.detik.com bahwa pendidikan adalah tangung jawab bersama yang melibatkan semua pihak dari mulai pemerintah, sekolah, orang tua, masyarakat hingga lingkungan sosial dengan tujuan untuk menciptakan pendidikan yang merata, inklusif dan berkualitas untuk semua.

Filosofi Ki Hajar Dewantara
Tema tersebut sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang memperjuangkan akses pendidikan bagi seluruh rakyat tanpa diskriminasi yang ditandai dengan didirikannya Perguruan Taman Siswa yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selian itu semboyan Tut Wuri Handayani menegaskan bahwa pendidikan adalah proses bersama yang menuntut keteladanan, kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak.

Tatanen di Bale Atikan
Di Kabupaten Purwakarta, partisipasi semesta telah diwujudkan melalu pendidikan karakter berkearifan lokal salah satunya melalui Tatanen di Bale Atikan (TdBA) yang tidak hanya membentuk karakter kesadaran ekologis tetapi juga keterlibatan aktif dari lingkungan sekitar termasuk orang tua.  

TdBA merupakan pendidikan karakter yang menempatkan lingkungan sebagai ruang belajar utama yang dirancang untuk membentuk peserta didik sesuai kodratnya baik kodrat alam maupun kodrat zaman yang mencakup beberapa aspek yaitu sosial, intelektual, emosional hingga spritual yang sejalan dengan gagan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai subjek utama pendidikan.

Pendidikan karakter TdBA tidak lepas dari partisipasi semesta tidak hanya dari pemangku kepentingan dalam hal ini Dinas Pendidikan tetapi juga kepala sekolah, guru, peserta didik, mitra ekternal dan orang tua yang berkolaborasi menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar tetapi juga sebagai ekosistem pendidikan yang hidup.

TdBA membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan, memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab nyata terhadap lingkungan dan kehidupan sosialnya serta mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Pembelajaran TdBA tidak hanya bermanfaat untuk peserta didik tapi dari inovasi yang dihasilkan bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak. 

Benang Merah Tema, Ki Hajar Dewantara dan TdBA
Dari tema, filosofi maupun pembelajaran karakter TdBA dapat menemukan satu benang merah bahwa pendidikan harus dilaksanakan secara gotong royong, berakar pada nilai dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.

Dengan demikian, semangat partisipasi semesta bukan sekadar tema, melainkan gerakan nyata yang hidup di tengah masyarakat, sejalan dengan ajaran Ki Hajar Dewantara, dan terimplementasi dalam praktik pendidikan karakter TdBA di Purwakarta menuju pendidikan yang bermutu.

Bagaimana Kesan Anda?

Berikan suara Anda untuk membantu kami meningkatkan pengalaman pengguna.

Sangat Buruk

Sangat Buruk (0%)

Buruk

Buruk (0%)

Cukup

Cukup (0%)

baik

Baik (0%)

Sangat baik

Sangat Baik (100%)