Pendidikan_Kita - Sekolah Ekologi Kahuripan Padjajaran Kabupaten Purwakarta yang terdiri dari SD dan SMP kembali menjadi tujuan studi tiru bagi sekolah dari luar kota yang ingin memperdalam tentang konsep sekolah yang berbasis lingkungan maupun alam atau ekologi.
Kali ini rombongan SMAN 1 Karang Bahagia Kabupaten Bekasi yang kedua kalinya berkunjung ke sekolah Ekologi Kahuripan, Jum'at 16 Oktober 2026.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Karang Bahagia, Munabbi Riasah diterima langsung oleh Kepala SDN Ekologi Kahuripan, Erni Asmawati, Kepala SMPN Ekologi, Hj. Tintin Supriatin, Konsultan TdBA Disdik Purwakarta yang juga CEO Self Learning Institute (SLI), Muhamad Irvan Efrizal, Pengawas SD, Isty Diansyah, Pengawas SMP, Iis Kartis beserta guru-guru SD dan SMP Ekologi Kahuripan.
Ini merupakan kunjungan kedua SMAN 1 Karang Bahagia ke sekolah Ekologi kahuripan setelah sebelumnya melakukan kunjungan pertama di bulan Oktober 2025 yang dilakukan oleh Tim Inti Ekologi sekolah tersebut.
Kepala SDN Ekologi Kahuripan Padjajaran, Erni Asmawati menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman antarsatuan pendidikan, khususnya dalam membangun budaya sekolah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
"Kunjungan ini menjadi momentum untuk berbagi praktik baik tentang manajemen sekolah berbasis ekologi. Semoga apa yang ada di sini bisa menjadi inspirasi dan dapat diterapkan di SMAN 1 Karang Bahagia," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Karang Bahagia, Munabbi Riasah menjelaskan bahwa pada kunjungan kedua, semua guru diikutsertakan untuk memiliki pemahaman yang sama sehingga praktik baik yang dipelajari dapat diterapkan di sekolah.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang penerapan konsep sekolah berwawasan lingkungan, mulai dari kondisi fisik sekolah, pembentukan karakter warga sekolah, hingga pemanfaatan lingkungan agar memberikan manfaat nyata. keinginan sekolah untuk mengembangkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin memastikan bahwa praktik baik yang dipelajari tidak berhenti pada tim inti saja, tetapi dapat diterapkan bersama seluruh warga sekolah sehingga terwujud sekolah berwawasan lingkungan yang kreatif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.” ungkapnya.
Ia menambahkan, kunjungan pertama telah memberikan inspirasi bagi sekolahnya untuk mulai melakukan sejumlah inovasi, di antaranya pemanfaatan lahan sekolah dan pengembangan produk olahan berbasis potensi lingkungan.
Konsultan TdBA Disdik Purwakarta, Muhamad Irvan Efrizal menjelaskan bahwa transformasi SD dan SMP Ekologi Kahuripan Padjajaran dalam menerapkan pembelajaran berbasis ekologi dimulai sejak 2020, sebagai pengembangan dari sekolah berbasis lingkungan dan budaya yang dirintis pada 2003. Melalui kunjungan studi tiru tersebut, diharapkan praktik baik yang telah diterapkan dapat menginspirasi SMAN 1 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, untuk mengembangkan sekolah berbasis ekologi.
“Melalui studi tiru ini, kami berharap praktik baik yang telah diterapkan di SD dan SMP Ekologi Kahuripan Padjajaran dapat menginspirasi SMAN 1 Karang Bahagia dalam mengembangkan sekolah berbasis ekologi. Hal terpenting adalah menyamakan visi antara pimpinan dan guru agar seluruh warga sekolah bergerak bersama mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga membangun proses pembelajaran yang menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik.” ujarnya.
Selain kunjungan dan melihat langsung praktik baik sekolah Ekologi Kahuripan Padjajaran, rombongan kemudian dibawa ke Aula untuk sesi makan siang, melihat hasil karya peserta didik SD maupun SMP Ekologi serta dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.