image

Admin

14 Januari 2026

197x Dilihat
SDN Sakambang: Sekolah di Kampung, Panen Prestasi dan Produk TdBA Setiap Tahun
Pendidikan Kita_ Di tengah keterbatasan jumlah murid dan keterbatasan lahan, salah satu sekolah di Kecamatan Wanayasa tepatnya di SDN Sakambang mampu melahirkan prestasi bahkan hingga tingkat provinsi serta konsisten melaksanakan program pembelajaran karakter Tatanen di Bale Atikan (TdBA) termasuk menghasilkan berbagai produk olahan makanan. 

Sejak tahun 2022 hingga festival Gandrung Mulasara di tahun 2025 sekolah ini selalu lolos kurasi dan produknya dapat ditampilkan di Puncak Kreativitas TdBA se-Kabupaten Purwakarta. Pada tahun 2022 hingga tahun 2025, SDN Sakambang telah menghasilkan produk TdBA seperti; Teh Panjang Umur, Marmalade Pala, Urap Sukun, Kripik Kaca / Kasreng, Kripik Pepaya Mustofa dan Es Cingcau Gula Aren dan lainnya.

Sekolah yang terletak jauh dari perkotaan dan berada di udara yang sejuk tersebut memanfaatkan lahan kosong di sekitar lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Tanah yang subur membantu tanaman tersebut tumbuh dengan baik.  Bawang Kucay, Cingcau, Pepaya, Jeruk Bali, Tomat dan Sosin dan lain-lain tumbuh subur di lahan sekolah tersebut. Di sekolah tersebut juga tidak ada sampah karena muridnya rutin membawa plastik lalu jika menemukan sampah dimasukkan ke plastik tersebut. 

Konsistensi pimpinan sekolah dan para guru SDN Sakambang dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatanen di Bale Atikan patut diapresiasi. Menurut salah satu guru sekolah tersebut, Rokasih mengatakan kunci dari konsistensi tersebut karena kesiapan serta kolaborasi para guru dan kepala sekolah sehingga muridnya pun siap dan semangat ketika dilibatkan langsung dalam pembelajaran TdBA, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, perawatan, hingga panen.

Plt. Kepala SDN Sakambang Aay Maryati, S.Pd menyampaikan selama ini masih ada anggapan bahwa anak-anak yang bersekolah di kampung dan dengan keterbatasan lahan mampu konsisten melaksanakan kebijakan pendidikan baik dari pemerintah pusat maupun dari Dinas Pendidikan (Disdik) namun sekolahnya bisa mematahkan anggapan tersebut.
Guru-guru juga terus mendampingi sehingga murid-murid antusias dan senang setiap kali mengikuti kegiatan festival panen karaya maupun perlombaan sehingga mampu membawa nilai-nilai positif baik itu prestasi, ilmu yang diperoleh, kerjasama maupun kemandirian. 

““Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak dari sekolah kampung juga mampu berprestasi, ,konsisten dan menumbuhkan sifat mandiri pada pelaksanaan pembelajaran TdBA jika diberikan pendampingan dan kesiapan dari guru-gurunya”

SDN Sakambang menjadi bukti dari sekian sekolah di Kabupaten Purwakarta yang ditengah keterbatasan lahan dan di lokasi yang jauh dari perkotaan mampu mencetak generasi berprestasi dan mandiri. (Mira Habibah/Red)

Bagaimana Kesan Anda?

Berikan suara Anda untuk membantu kami meningkatkan pengalaman pengguna.

Sangat Buruk

Sangat Buruk (0%)

Buruk

Buruk (0%)

Cukup

Cukup (0%)

baik

Baik (0%)

Sangat baik

Sangat Baik (100%)