Pendidikan_Kita – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jenjang SMP Tahun 2026 resmi dibuka dengan pendaftaran melalui jalur afirmasi yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 10 Juni 2026.
Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas dengan kuota yang ditetapkan 20% dari kuota siswa yang diterima.
Peserta jalur ini harus melengkapi persyaratan khusus yaitu kartu keikutsertaan dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dari pemerintah pusat atau daerah dan bagi penyandang disabilitas harus memiliki surat keterangan dokter aatau kartu penyandang disabilitas yang dikeluarkan oleh kementrian yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang sosial.
Pantauan Media Disdik Purwakarta di salah satu sekolah yaitu SMPN 5 Purwakarta Selasa (9/10/2026), suasana pendaftaran terpantau berjalan lancar.
Jumlah pendaftar pada jalur afirmasi di hari pertama belum terlalu banyak terlebih lagi karena sistem pendaftaran secara online, jadi memilih mendaftar di rumah masing-masing. Adapun kehadiran orang tua di ruang pendaftaran bertujuan untuk memastikan kelengkapan dan keabsahan data yang telah diunggah dalam sistem, termasuk ingin memastikan apalah datanya sudah divalidasi atau masih terdapat kekurangan yang harus diperbaiki.
Menurut salah satu guru yang menjadi panitia SPMB, Maulia menyampaikan, tugas panitia adalah turut memberikan pendampingan kepada masyarakat agar proses pendaftaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala SMP Negeri 5 Purwakarta, Hj. Neneng Patimah, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya pada tahun ini membuka kuota sebanyak 9 rombongan belajar (rombel) dengan daya tampung 324 siswa.
"SPMB tahun ini menerima 9 rombel dengan kuota sebanyak 324 siswa. Alhamdulillah, setiap jalur penerimaan selama ini selalu terpenuhi, bahkan sering kali jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia” ujarnya
Neneng juga bersyukur karena pelaksanaan SPMB di Purwakarta sekarang jauh lebih baik dan lebih mudah. Sistem sudah berjalan otomatis sehingga memudahkan masyarakat dalam memilih sekolah tujuan, dan panitia pun tidak terlalu direpotkan dengan proses administrasi.
Ia berharap seluruh jalur penerimaan, mulai dari afirmasi, prestasi, domisili, hingga perpindahan tugas orang tua, dapat menghasilkan peserta didik yang berprestasi dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.
"Mudah-mudahan seluruh jalur SPMB ini dapat menghasilkan anak-anak yang menjadi harapan bangsa. Kami juga berharap seluruh calon peserta didik dapat tertampung, khususnya lulusan SD pendukung di sekitar SMP Negeri 5 Purwakarta," pungkasnya.
Pelaksanaan SPMB Tahun 2026 di Kabupaten Purwakarta diharapkan berlangsung tertib, transparan, objektif, dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.