Pendidikan_Kita – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, M.Pd secara resmi membuka kegiatan Masantren di Sakola jenjang PAUD hingga SMP yang berlangsung di SMPN 7 Purwakarta, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini juga ditayangkan secara live steaming melalui Youtube Linuhung TV sehingga seluruh siswa, guru dan kepala sekolah dapat mengikuti kegiatan pembukaan secara daring dari sekolah masing-masing.
Dalam sambutannya, Kadisdik menekankan bahwa kegiatan Mesantren di Sakola yang berlangsung selama 10 hari bukan hanya untuk meningkatkan pengetahuan tetapi juga penguatan spiritual dan karakter. Selama kegiatan, siswa muslim maupun non-muslim mendapatkan pembelajaran agama sesuai keyakinannya masing-masing.
“Selama 11 bulan kita belajar ilmu pengetahuan dan berbagai aktivitas lainnya, maka di bulan Ramadan ini kita perkuat karakter, akhlak, kesantunan, dan kepribadian sebagai pelajar. maka manfaatkan setiap kesempatan untuk menggali ilmu dan mengambil intisari dari setiap pembelajaran yang diberikan.”
Selain itu, Kadisdik mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian dan ketertiban selama Ramadan. Kegiatan seperti bermain petasan atau aktivitas yang membahayakan bagi diri sendiiri maupun orang lain.
“Saya juga mengingatkan kepada seluruh peserta didik agar menjaga sikap dan perilaku selama Ramadan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Hindari euforia berlebihan seperti konvoi, bermain petasan, atau kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Pesantren Ramadan bukan hanya berlangsung dari pagi hingga siang, tetapi menjadi pembinaan selama 24 jam dengan pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar.” tegasnya
Sebelum menutup sambutannya, Kadisdik menyampaikan apresiasi kepada para guru, ustaz-ustazah, kepala sekolah, dan orang tua yang berkolaborasi mensukseskan kegiatan ini.
Sementara itu Ketua Penyelenggara Masantren di Sakola, Dr. Dede Supendi, M.Pd menyampaian laporannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik, Menanamkan akhlak mulia, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemandirian dan Memperkuat karakter intelektual, emosional, dan spiritual.
Kegiatan ini diharapkan peserta didik memperoleh pengalaman berkesan yang membentuk karakter religius, disiplin, toleran, dan berakhlak mulia. Dukungan guru dan orang tua menjadi kunci sukses program ini.
"Melalui Masantren di Sakola, kami berharap seluruh peserta didik di Purwakarta dapat menguatkan keimanan, menumbuhkan akhlak mulia, disiplin, dan kepedulian sosial. Program ini menjadi momentum strategis dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual, dengan dukungan penuh dari guru, orang tua, dan seluruh ekosistem pendidikan." demikian tutup Dede