image

Admin

19 Mei 2026

253x Dilihat
Libatkan Psikolog, Disdik Purwakarta Bantu Anak Kembali Bersekolah
Pendidikan_Kita - Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta terus memperkuat komitmennya dalam menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melibatkan psikolog pendidikan untuk membantu menangani berbagai persoalan yang menjadi penyebab anak putus sekolah, terutama pada masa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). 

Pendekatan ini dilakukan agar penanganan terhadap anak tidak sekolah dapat dilakukan secara lebih tepat, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Pendampingan psikolog dinilai penting untuk membantu mengidentifikasi akar permasalahan yang dialami anak, mulai dari hambatan belajar, kondisi emosional, pola asuh, hingga faktor lingkungan. Dengan mengetahui penyebab utamanya, Dinas Pendidikan dapat menentukan langkah penanganan dan pendidikan yang paling sesuai agar anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah seorang anak berusia 15 tahun yang berhenti sekolah karena belum bisa membaca. Kondisi tersebut kemudian mendapat pendampingan khusus dari psikolog pendidikan agar diketahui faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami anak.

Psikolog Pendidikan, Dhiya Zahira menjelaskan bahwa anak yang belum mampu membaca di usia remaja memerlukan penanganan menyeluruh dan tidak bisa disamaratakan. Melalui asesmen psikologis, nantinya akan diketahui apakah hambatan yang dialami berkaitan dengan kurangnya stimulus belajar, kondisi lingkungan, atau adanya hambatan pada kemampuan kognitif anak.

Hasil pendampingan dan asesmen tersebut akan menjadi bahan rekomendasi bagi sekolah dan orang tua dalam menentukan jalur pendidikan yang tepat, baik melalui sekolah formal, pendidikan nonformal, maupun pendampingan belajar khusus sesuai kebutuhan anak.

Melalui langkah kolaboratif ini, Disdik Purwakarta berharap seluruh anak tetap mendapatkan hak pendidikan dan memiliki kesempatan untuk kembali melanjutkan sekolah. Pendekatan yang lebih peduli terhadap kondisi psikologis anak diharapkan mampu membangun kembali semangat belajar, rasa percaya diri, serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang sempat putus sekolah.

Bagaimana Kesan Anda?

Berikan suara Anda untuk membantu kami meningkatkan pengalaman pengguna.

Sangat Buruk

Sangat Buruk (0%)

Buruk

Buruk (0%)

Cukup

Cukup (0%)

baik

Baik (0%)

Sangat baik

Sangat Baik (100%)