image

Admin

26 April 2026

64x Dilihat
Kaulinan Barudak Purwakarta: Ajak Peserta Didik Memasak Secara Tradisional
Pendidikan_Kita - Taman Surawisesa tak pernah berhenti riuh di hari sabtu dan minggu dari pagi hingga menjelang siang hari. Sejak tahun 2019, taman ini difungsikan sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengenal kearifan budaya dan tradisi lokal melalui Kaulinan Barudak yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

Seperti yang terlihat di di hari minggu, (26/04/2026) lebih seratus peserta didik SD ditemani guru dan kepala sekolahnya melaksanakan kegiatan Kaulinan Barudak yang dipimpin oleh Rudi Iskandar selaku Koordinator Kaulinan Barudak Disdik Purwakarta yang dibantu oleh Komunitas Awi Kadaek. 

Yang menarik, mulai awal tahun 2026 ini mereka para peserta didik tidak hanya diperkenalkan pada aneka jenis Kaulinan Barudak tapi tentang memasak secara tradisional dan belajar menjahit. Dari mulai proses mencuci beras hingga memasak nasi, membuat teman makan yang mudah (oseng oncom).

Menurut Rudi, pembelajaran memasak secara tradisional bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai tradisi khususnya proses menanak nasi secara tradisional. Peserta tidak hanya diajarkan tahapan carai membuat nasi tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan daput tradisional yang bisa digunakan untuk menanak nasi.

Mereka belajar dari mulai menyalakan hawu, menyiapkan beras, proses "ngagigih" hingga nasi matang. Tidak hanya itu, peserta didik diperkenalkan cara membuat lauk sederhana berbahan oncom termasuk cara mengiris bahan-bahan dari masakan tersebut.

“Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa menanak nasi dengan cara tradisional bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga melatih kemandirian dan keterampilan hidup sejak dini.” ujar Rudi.

Setelah proses selesai, nasi dan lauknya matang, kemudian hasil yang mereka buat dimakan serta dinikmati bersama bahkan masyarakat yang hadir pun ikut mencicipinya.

Bagaimana Kesan Anda?

Berikan suara Anda untuk membantu kami meningkatkan pengalaman pengguna.

Sangat Buruk

Sangat Buruk (0%)

Buruk

Buruk (0%)

Cukup

Cukup (0%)

baik

Baik (0%)

Sangat baik

Sangat Baik (100%)