Pendidikan_Kita — Tim Gala Siswa Indonesia (GSI) Kabupaten Purwakarta mengawali perjuangannya pada ajang GSI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 dengan hasil gemilang. Dalam pertandingan perdana yang berlangsung di Stadion Purnawarman, Rabu (2/9/2026), Purwakarta berhasil mengalahkan Tim GSI Kota Banjar dengan skor meyakinkan 3-0. Hasil tersebut sekaligus memberikan tiga poin penting bagi Purwakarta pada laga pembuka.
Pertandingan digelar setelah prosesi pembukaan GSI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 selesai. Sebelumnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dr. Purwanto, M.Pd. Kabupaten Purwakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan GSI tingkat provinsi yang berlangsung pada 2–6 September 2026 dan diikuti 16 tim kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Sejak menit awal, kedua kesebelasan tampil agresif dan saling melancarkan serangan. Namun, permainan kolektif dan determinasi para pemain Purwakarta mampu menghasilkan peluang-peluang yang kemudian dikonversi menjadi gol.
Gol pertama Purwakarta dicetak oleh Irsyad Yanuar Kurniawan, pemain bernomor punggung 8, pada menit ke-6. Enam menit berselang, Mu’adz Bilfaqih, nomor punggung 6, menggandakan keunggulan Purwakarta pada menit ke-12.
Purwakarta semakin percaya diri. Tekanan demi tekanan kembali menghasilkan gol ketiga melalui Rakhaa Arziki Kanigara, pemain bernomor punggung 11, pada menit ke-31. Hingga pertandingan berakhir, keunggulan 3-0 untuk Purwakarta tetap bertahan.
Sportivitas Tetap Menjadi Prioritas
Selain memperlihatkan kualitas permainan, pertandingan juga menjadi ruang pembelajaran karakter bagi para peserta didik. Dalam pertandingan tersebut, dua pemain GSI Kota Banjar, Muhamad Faris Abad dan Riki Ardiansyah, mendapat kartu kuning. Sementara dari kubu Purwakarta, Rayies Muhamad Gadafi juga diganjar kartu kuning.
Kartu tersebut menjadi bagian dari dinamika pertandingan sekaligus pengingat bahwa kemampuan teknis harus selalu berjalan beriringan dengan kedisiplinan dan sportivitas.
GSI sendiri tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi untuk mencari pemain terbaik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan peserta didik melalui olahraga. Nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, dan karakter positif menjadi bagian penting dari proses pembinaan tersebut.
Kerja Keras Tim Menjadi Kunci
Tim GSI Kabupaten Purwakarta diperkuat oleh jajaran official yang terdiri atas Pelatih Kepala H. Denden Heru Hanafiah, S.Pd., Asisten Pelatih Deni Firmansyah, S.Pd., Manager Qudsi Hariri, S.Pd., serta Medis Awod Abdulloh, S.Pd.
Manajer Tim GSI Purwakarta Qudsi Hariri menyampaikan rasa syukur atas kemenangan tersebut. Menurutnya, hasil positif pada pertandingan perdana merupakan buah dari kerja keras pemain dan komitmen seluruh official.
“Sejak awal kami tidak memandang siapa pun lawan yang dihadapi. Setiap pertandingan harus dihadapi dengan sungguh-sungguh dan dianggap sebagai pertandingan final,” ujar Qudsi.
Ia berharap kemenangan tersebut menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan hasil terbaik pada pertandingan berikutnya.
Dede Supendi: Menang dengan Prestasi, Tumbuh dengan Karakter
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dr. Dede Supendi, M.Pd., mengapresiasi perjuangan para pemain yang telah memberikan penampilan terbaik pada pertandingan perdana.
Menurut Dede, kemenangan 3-0 patut disyukuri, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana peserta didik memperoleh pengalaman berharga dari setiap pertandingan.
“Kami tentu bersyukur dan bangga atas kemenangan perdana ini. Namun, GSI bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Di balik pertandingan terdapat proses pendidikan: bagaimana anak-anak belajar disiplin, bekerja sama, menghargai lawan, mengendalikan emosi, menerima hasil pertandingan, dan tetap berjuang setelah pertandingan selesai,” ungkap Dede.
Ia menegaskan bahwa olahraga merupakan salah satu media efektif untuk membangun karakter peserta didik.
“Kami ingin anak-anak Purwakarta tidak hanya menjadi pemain yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjadi pribadi yang berkarakter, sportif, disiplin, rendah hati ketika menang dan tangguh ketika menghadapi kekalahan. Itulah nilai pendidikan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Dede juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, official, sekolah, orang tua, dan masyarakat yang memberikan dukungan kepada tim GSI Purwakarta.
“Kemenangan hari ini adalah awal. Masih ada pertandingan berikutnya. Jadikan tiga poin ini sebagai energi untuk terus berlatih, tetap fokus, menjaga kesehatan, menjunjung sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik demi nama baik Purwakarta,” pesannya.
Dengan kemenangan tersebut, Purwakarta mengawali perjalanan GSI Jawa Barat 2026 dengan modal positif. Namun, perjuangan masih panjang karena kompetisi berlangsung hingga 6 September 2026. Purwakarta diharapkan mampu menjaga konsistensi permainan sekaligus mempertahankan karakter positif yang menjadi bagian penting dari pembinaan olahraga pelajar. Menang di lapangan adalah prestasi. Menang dalam membangun karakter adalah tujuan pendidikan. Pungkas Dede