Pendidikan_Kita - Festival Gandrung Mulasara Tahun 2025 resmi dilaksanakan mulai hari Senin, 29 Desember 2025 ditandai dengan aneka kegiatan seperti seminar dan workshop tematik.
Sesuai dengan makna dari Gandrung Mulasara yaitu Semangat merawat bumi dan berguru pada alam yang digerakkan melalui Program Tatanen di Bale Atikan maka tema seminar yang diambil adalah tentang pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam tradisi kuliner sebagai bagian dari identitas masyarakat Jawa Barat melalui Gastronomi Sunda.
Seminar yang diikuti lebih dari 170 peserta menghadirkan narasumber Dr. Riadi Darwis, M.Pd yang merupakan Dosen Politeknik Pariwisata NHI Bandung yang selama lebih dari tiga dekade meneliti gastronomi Sunda dan sudah menghasilkan karya tentang khazanah kuliner Sunda di beberapa daerah di Jawa Barat.
Dalam paparannya, Riadi menyampaikan tentang Khazanah kuliner yang ada di Jawa Barat berikut filosofi dibalik kuliner yang tersaji di masyarakat.
Menurut Riadi, masyarakat Jawa Barat memilki sebuah kekuatan lokal yang luar biasa dari segi produk kuliner dan gastronomi yang memiliki makna ritual dan sosial karena pada setiap prosesnya terdapat tradisi yang mencerminkan rasa syukur dan penghormatan terhadap alam.
"Apa yang kita konsumsi sebetulnya dari lingkungan sekitar yang tidak hanya berasal dari kebun tetapi dari hutan. Bahkan ada lebih dari 1800 jenis lalapan di Jawa Barat yang sebagian besar berasal dari hutan"
"Pesan moral dari seminar ini adalah kita harus mulai mencintai tentang kearifan lokal dan menjaga keseimbangan alam karena makanan yang kita makan tidak hanya ekonomis tetapi juga memiliki nilai spiritual yaitu mengimani dan menjaga apa yang Tuhan ciptakan" ucap Riadi.
Dengan Seminar ini, menurut Riadi diharapkan peserta yang hadir terus konsisten menumbuhkan kesadaran dan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan yang kemudian dibagikan kepada peserta didik untuk mampu meningkatkan apresiasi dan kecintaan terhadap kuliner tradisional Sunda.
Terakhir Riadi memberikan apresiasi luar biasa terhadap penyelenggaraan Festival Gandrung Mulasara yang merupakan kolaborasi Disdik Purwakarta dengan Self Learning Institute (SLI) karena telah mampu menerapkan dan mengimplementasikan kearifan pangan lokal kepada peserta didik sejak usia dini. Peserta didik tidak hanya dibekali oleh ilmu dan teori tetapi juga diasah tentang keterampilan hidup, bagaimana bisa menghasilkan produk dari lingkungan di sekitar sekolah dan rumahnya. (Mira Habibah/Red.)