Pendidikan Kita – Dalam rangka mempersiapkan implementasi Rencana Aksi Perubahan (RAP) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V PNBP BBPK APDN II Jatinangor, Dr. Dede Supendi, M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, menginisiasi rapat pembentukan Tim Efektif implementasi inovasi PRIMA DIKDAS. Rapat ini menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi dan kolaborasi lintas unsur dalam mewujudkan tata kelola pembinaan pendidikan dasar yang terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Inovasi yang akan diimplementasikan mengusung judul “Optimalisasi Tata Kelola Pendidikan melalui PRIMA DIKDAS (Pemetaan, Rencana Prioritas, Intervensi, Monitoring dan Aksi Pendidikan Dasar) di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.” Gagasan ini sebelumnya telah dipaparkan Dr. Dede Supendi dalam Seminar Rencana Aksi Perubahan (RAP) PKA Angkatan V pada 23 September 2026 di kampus BBPK APDN II Jatinangor. PRIMA DIKDAS dirancang untuk mengintegrasikan proses pemetaan kondisi satuan pendidikan, penyusunan prioritas pembinaan, pelaksanaan intervensi, monitoring, serta tindak lanjut secara berkelanjutan.
Tim Efektif yang dibentuk melibatkan berbagai unsur strategis, yaitu staf dan para kepala seksi di lingkungan Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, pengawas sekolah, serta kepala sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah percontohan (piloting). Keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi, memperjelas peran dan tanggung jawab, serta memastikan pelaksanaan aksi perubahan berjalan secara kolaboratif dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Dalam konteks implementasi, Tim Efektif memiliki peran penting untuk mendukung pelaksanaan setiap tahapan PRIMA DIKDAS, mulai dari penyiapan dan validasi data, pemetaan kondisi sekolah, penetapan prioritas pembinaan, hingga pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Sekolah percontohan menjadi bagian penting dalam proses uji coba inovasi, sehingga mekanisme pembinaan dan sistem yang dikembangkan dapat memperoleh masukan langsung dari pelaksana di lapangan.
Pembentukan Tim Efektif ini juga menjadi momentum untuk membangun kesamaan persepsi mengenai urgensi perubahan tata kelola pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah. Melalui kerja tim yang terstruktur, data dan informasi dari satuan pendidikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sebagai dasar pengambilan keputusan, penentuan sasaran pembinaan, serta penyusunan rekomendasi dan rencana tindak lanjut.
Salah satu keluaran utama dari aksi perubahan ini adalah prototype dashboard hasil monitoring yang diharapkan mampu menyajikan informasi pembinaan pendidikan dasar secara sistematis, mudah diakses, dan informatif. Dashboard tersebut akan menjadi instrumen pendukung dalam memantau perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi kebutuhan sekolah, serta memperkuat akuntabilitas pelaksanaan pembinaan.
Melalui pembentukan Tim Efektif, implementasi PRIMA DIKDAS diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga mendorong perubahan pola kerja organisasi menuju pembinaan yang lebih terencana, terukur, responsif, dan berkelanjutan. Sinergi antara jajaran Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, pengawas sekolah, dan kepala sekolah percontohan menjadi modal penting untuk memastikan inovasi ini dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan pendidikan di Kabupaten Purwakarta.
PRIMA DIKDAS membawa semangat perubahan: mengubah data menjadi keputusan, keputusan menjadi aksi, dan aksi menjadi perbaikan mutu pendidikan. Dengan kolaborasi dan komitmen seluruh anggota Tim Efektif, inovasi ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat tata kelola pembinaan pendidikan dasar menuju terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Purwakarta.